Kemensos dan BNPT Perkuat Rehabilitasi Deradikalisasi di Sentra Handayani

JAKARTA — Kolaborasi strategis antara Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme memasuki babak baru. Senin sore, kedua lembaga mengunci komitmen penguatan rehabilitasi sosial da...

Jul 28, 2026 - 04:27
0 0
Kemensos dan BNPT Perkuat Rehabilitasi Deradikalisasi di Sentra Handayani

JAKARTA — Kolaborasi strategis antara Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme memasuki babak baru. Senin sore, kedua lembaga mengunci komitmen penguatan rehabilitasi sosial dalam program deradikalisasi.

Pertemuan Puncak di Sentra Handayani

Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Kepala BNPT Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono menggelar pertemuan tertutup di Sentra Handayani, Jakarta Timur. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut hadir mendampingi jajaran kedua institusi. Lokasi ini bukan sekadar tempat pertemuan—Sentra Handayani adalah pusat rehabilitasi utama bagi penerima manfaat program deradikalisasi.

"Kami sudah lama bermitra," ungkap Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, saat memberi keterangan pers. Ia menegaskan pembagian peran yang jelas: BNPT bertindak sebagai koordinator utama program, sementara Kemensos menjadi tulang punggung layanan rehabilitasi sosial.

Pembagian Peran dan Alur Rehabilitasi

Dalam skema yang diperbarui, BNPT merekomendasikan individu yang memerlukan pendampingan untuk menjalani proses pemulihan di sentra-sentra milik Kemensos. Seluruh tahapan berlangsung di bawah pengawasan ketat kedua lembaga, didukung kementerian dan lembaga lain.

Proses rehabilitasi tidak hanya berfokus pada aspek psikologis. Penerima manfaat mendapatkan tiga lapis pelayanan: psikososial untuk membangun kembali kesehatan mental, rehabilitasi medis untuk pemulihan fisik, serta pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan. Tujuannya satu: menyiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat secara mandiri dan produktif.

Reintegrasi Sosial sebagai Puncak

Kemensos menekankan bahwa muara dari seluruh proses adalah reintegrasi sosial. Setelah menjalani rehabilitasi intensif, para penerima manfaat diharapkan mampu berbaur kembali dengan keluarga dan lingkungan asal tanpa stigma. Gus Ipul menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendampingi para penerima manfaat dari berbagai latar belakang.

"Mereka akhirnya bisa hidup mandiri, bergaul dengan masyarakat sekitar," ujarnya, merujuk pada hasil konkret yang mulai terlihat dari program ini.

Pertemuan hari ini juga membahas perluasan jangkauan sentra rehabilitasi serta penguatan kapasitas pendamping. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kompleksitas kasus dan memastikan tidak ada penerima manfaat yang tertinggal dalam proses pemulihan. Dengan sinergi yang semakin erat, Kemensos dan BNPT optimistis program deradikalisasi berbasis rehabilitasi sosial dapat menjadi model nasional yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User