Monday, 24 August 2026 | 15:28 WIB

Kemenham Kecam Aksi Brutal di Bali: Pria Tewas Dituduh Curi Ayam

DENPASAR — Seorang pria tewas dikeroyok massa hanya karena dituduh mencuri seekor ayam di sebuah desa di Bali, memicu kecaman keras dari Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham). Peristiwa tragis in...

Jul 28, 2026 - 10:26
0 0
Kemenham Kecam Aksi Brutal di Bali: Pria Tewas Dituduh Curi Ayam

DENPASAR — Seorang pria tewas dikeroyok massa hanya karena dituduh mencuri seekor ayam di sebuah desa di Bali, memicu kecaman keras dari Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham). Peristiwa tragis ini terjadi beberapa jam lalu dan langsung menjadi sorotan karena mencerminkan membudayanya aksi main hakim sendiri yang merenggut nyawa.

Kronologi Singkat Peristiwa

Berdasarkan keterangan saksi mata, insiden bermula ketika warga melihat seorang pria tak dikenal berada di sekitar kandang ayam milik seorang warga. Tanpa proses klarifikasi, massa yang emosi langsung mengepung dan menghakimi korban. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi menghujani tubuh korban hingga ia tersungkur tak berdaya. Aparat keamanan yang tiba di lokasi tak mampu menghentikan amukan massa yang kian beringas. Korban mengembuskan napas terakhir di tempat sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Kemenham: Ini Pembunuhan, Bukan Keadilan

Kemenham melalui juru bicaranya menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri semacam ini adalah pelanggaran HAM berat. “Negara menjamin hak hidup setiap warga negara. Tidak ada pembenaran apa pun bagi sekelompok orang untuk memutuskan bersalah atau tidaknya seseorang di jalanan dengan cara yang kejam,” tegas pernyataan resmi Kemenham yang dirilis malam ini. Pihaknya mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dan membawa seluruh pelaku pengeroyokan ke pengadilan.

Kemenham juga menyoroti fenomena aksi massa tanpa proses hukum yang kian sering terjadi di berbagai daerah. Menurut data sementara, dalam tiga tahun terakhir tercatat lebih dari 40 kasus pengeroyokan fatal yang dipicu oleh kecurigaan pencurian ringan, mulai dari sepeda motor hingga hewan ternak. Bali sendiri sempat mencatat beberapa kejadian serupa yang kerap berakhir dengan kematian tragis.

Faktor Pemicu dan Kegagalan Rantai Hukum

Pengamat hukum pidana menilai lemahnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan menjadi salah satu pendorong utama perilaku vigilante ini. Persepsi bahwa pelaku kriminal kecil akan bebas begitu saja atau bahwa proses hukum berlarut-larut mendorong warga mengambil jalan pintas yang berbahaya. Di sisi lain, rendahnya pemahaman akan hak asasi dan hukum turut memicu aksi solidaritas buta yang menihilkan nilai kemanusiaan.

Tanggapan Kepolisian dan Langkah Darurat

Polda Bali menyatakan telah mengidentifikasi sejumlah terduga pelaku yang ikut serta dalam pengeroyokan. “Kami akan terapkan pasal berlapis, termasuk pembunuhan terencana karena para pelaku jelas memiliki cukup waktu untuk berhenti namun tetap melanjutkan aksinya,” ujar Kasubdit Kejahatan dengan Kekerasan. Sementara itu, korban yang diduga pencuri ayam itu kini dinyatakan sebagai korban pembunuhan oleh massa.

Ajakan Kemenham untuk Mengakhiri Lingkaran Kekerasan

Dalam seruan terakhir, Kemenham mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan HAM di tingkat komunitas. “Mari hentikan budaya main hakim sendiri. Serahkan sepenuhnya pada aparat penegak hukum. Darah tidak boleh dibalas dengan darah tanpa proses yang adil,” kutip pernyataan tersebut. Kemenham juga meminta agar kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk merancang program penyadaran hukum yang menyasar kelompok rentan di pedesaan.

Insiden brutal di Bali ini sekaligus menjadi cermin buram bahwa kematian hanya karena seekor ayam masih terjadi di negeri ini. Suara kecaman kini menggema dari berbagai organisasi hak asasi yang berharap tidak ada lagi nyawa melayang sia-sia hanya karena kemarahan sesaat yang membabi buta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User