Kemenbud Gelar Lomba Video Kreatif di Media Sosial, Terbuka untuk Pelajar dan Masyarakat Umum
Jakarta – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi membuka Lomba Konten Video Kreatif bertajuk "Aku dan Budayaku" dengan tema utama "Museum dan Cagar Budaya di Daerahku". Kompetisi ini masih dibuka
Jakarta – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi membuka Lomba Konten Video Kreatif bertajuk "Aku dan Budayaku" dengan tema utama "Museum dan Cagar Budaya di Daerahku". Kompetisi ini masih dibuka hingga tanggal 3 Juli 2026, memberikan kesempatan luas bagi pelajar dan masyarakat umum untuk berpartisipasi. Ajang ini bertujuan mengajak seluruh warga, terutama generasi muda, untuk membuat konten kreatif yang memperkenalkan museum dan cagar budaya di wilayah masing-masing melalui berbagai platform media sosial.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa media sosial memiliki peran strategis sebagai ruang ekspresi dan edukasi publik. "Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat secara lebih masif dan menarik. Kami ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi kreator yang aktif mempromosikan kekayaan budaya daerahnya," ujar Menteri Fadli Zon dalam keterangannya di Jakarta, seperti diberitakan media kami, Kamis (7/5).
"Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap museum dan cagar budaya yang ada di sekitar kita."
Lomba ini terbuka untuk dua kategori, yaitu pelajar (SMP/SMA/sederajat) dan masyarakat umum tanpa batasan usia. Setiap peserta wajib membuat video berdurasi 1 hingga 3 menit yang menampilkan museum atau cagar budaya di daerah asal mereka. Konten video dapat berupa dokumentasi singkat, ulasan, cerita personal, hingga reka adegan kreatif yang mengedukasi dan menghibur. Peserta diimbau untuk mengunggah video ke akun media sosial pribadi seperti Instagram, TikTok, atau YouTube dengan menyertakan tagar resmi yang telah ditentukan penyelenggara.
Penilaian akan dilakukan berdasarkan kreativitas, orisinalitas ide, kualitas penyampaian pesan budaya, serta tingkat interaksi dan dampak positif yang dihasilkan di media sosial. Tim juri terdiri dari akademisi, praktisi perfilman, dan penggiat media sosial yang telah berpengalaman di bidang pelestarian budaya. Para pemenang berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai, sertifikat resmi dari Kemenbud, serta kesempatan mengikuti workshop kebudayaan eksklusif bersama para ahli.
Melalui kompetisi ini, Kemenbud berharap dapat menjaring ratusan video berkualitas yang nantinya bisa menjadi arsip digital promosi cagar budaya dan museum di seluruh pelosok Indonesia. Dengan semakin banyaknya konten positif tentang warisan budaya di lini masa, diharapkan kesadaran masyarakat untuk melindungi dan mengunjungi museum serta situs sejarah dapat meningkat secara signifikan.
Bagi peserta yang tertarik, informasi lengkap mengenai syarat dan ketentuan lomba, panduan teknis pembuatan video, serta tautan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Kebudayaan. Panitia juga rutin membagikan informasi terkini dan tips membuat konten melalui akun Instagram resmi Kemenbud. Pendaftaran gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. Masyarakat dari seluruh provinsi di Indonesia diundang untuk ikut serta dan menjadikan warisan budaya sebagai bintang utama dalam karya mereka.
Comments (0)