Kemenbud dan Muhammadiyah Sinergi Lewat Seni Budaya untuk Dakwah

JAKARTA – Kementerian Kebudayaan dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menyatukan langkah dalam sebuah inisiatif strategis untuk menjadikan seni serta budaya sebagai medium dakwah yang modern dan in...

Jul 12, 2026 - 12:47
0 0
Kemenbud dan Muhammadiyah Sinergi Lewat Seni Budaya untuk Dakwah

JAKARTA – Kementerian Kebudayaan dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menyatukan langkah dalam sebuah inisiatif strategis untuk menjadikan seni serta budaya sebagai medium dakwah yang modern dan inklusif. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Jakarta pada Kamis (10/7/2026), menandai babak baru kolaborasi dua kekuatan besar bangsa.

Kolaborasi Strategis

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia merupakan aset yang dapat dioptimalkan untuk syiar Islam yang damai. "Seni dan budaya bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang mampu menyentuh hati tanpa sekat," ujarnya. Dalam acara yang dihadiri jajaran pengurus Muhammadiyah, kedua pihak sepakat menggagas serangkaian program pengembangan dan pelatihan.

Kerja sama ini mencakup tiga pilar utama: pelestarian warisan budaya Islam Nusantara, pemanfaatan seni pertunjukan untuk dakwah, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebudayaan. Fadli Zon menambahkan bahwa pendekatan ini selaras dengan diplomasi budaya (cultural diplomacy) yang memperkuat soft power Indonesia di kancah global.

Seni Sebagai Soft Power

Pimpinan Muhammadiyah menyambut baik inisiatif ini. Menurut mereka, seni budaya dapat menjadi jembatan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, terutama di kalangan generasi muda. "Melalui seni, pesan dakwah menjadi lebih ringan dan membumi," ungkap seorang perwakilan organisasi.

Beberapa program unggulan yang segera diluncurkan antara lain:

  • Festival Seni Budaya Islami di lima kota besar sebagai ajang ekspresi dan edukasi.
  • Pelatihan Kaligrafi dan Musik Religi bagi kader Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
  • Riset dan Dokumentasi warisan budaya Islam untuk memperkaya kurikulum pendidikan.
  • Pertukaran Budaya dengan komunitas Muslim di mancanegara guna memperluas jangkauan dakwah.

Fadli Zon menyebut, kementerian siap mendukung penuh dari sisi regulasi, pendanaan, dan fasilitas. Ia optimistis sinergi ini akan menghasilkan model dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.

Dampak dan Harapan

Pengamat kebudayaan menilai langkah ini strategis mengingat Muhammadiyah memiliki jaringan luas hingga ke pelosok negeri. "Dengan memadukan pendekatan kultural, dakwah akan lebih mudah diterima tanpa mengurangi substansi ajaran," kata seorang akademisi yang hadir.

Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya generasi dai yang kreatif dan melek teknologi. Kementerian dan Muhammadiyah berencana mengintegrasikan platform digital untuk menyebarluaskan konten dakwah berbasis budaya, termasuk film pendek, animasi, dan podcast.

Penandatanganan kerja sama ini disaksikan tokoh lintas agama dan komunitas seniman. Semua pihak sepakat bahwa kebudayaan dan agama adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam membangun peradaban. Dengan semangat "Berbudaya untuk Berdakwah", program jangka panjang ini diharapkan mampu memperkokoh identitas bangsa sekaligus menyebarkan pesan rahmatan lil alamin.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User