Kematian Misterius Sutrimo di Kebayoran Baru Diinvestigasi Polisi

JAKARTA — Sebuah kasus kematian yang penuh tanda tanya kini menjadi fokus aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan. Jasad Sutrimo, seorang pria berusia 45 tahun, ditemukan di kediamannya di kaw...

Jul 28, 2026 - 02:15
0 0
Kematian Misterius Sutrimo di Kebayoran Baru Diinvestigasi Polisi

JAKARTA — Sebuah kasus kematian yang penuh tanda tanya kini menjadi fokus aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan. Jasad Sutrimo, seorang pria berusia 45 tahun, ditemukan di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru pada Selasa (10/6) sekitar pukul 03.30 WIB dengan kondisi yang mengundang kecurigaan. Sampai berita ini diturunkan, penyidik belum dapat memastikan apakah kematian korban murni akibat penyakit atau terdapat unsur pidana di baliknya.

Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol Ari Wibowo, dalam keterangan persnya pagi ini menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. “Kami telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk ponsel korban dan beberapa benda yang diduga berkaitan dengan saat-saat terakhir korban,” ujarnya. Ari menolak merinci temuan tersebut, namun sumber internal kepolisian yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah luka lecet di bagian leher dan wajah yang membuat penyidik mendalami skenario penganiayaan.

Kronologi dan Saksi Mata

Menurut keterangan tetangga korban, Riswanto (52), malam sebelum kejadian sempat terdengar suara cekcok dari dalam rumah Sutrimo. “Sekitar jam 11 malam, saya dengar seperti ada orang bertengkar. Tapi saya pikir hanya masalah biasa. Pas subuh, tetangga lain yang pertama kali melihat pintu rumah terbuka dan langsung melapor,” tutur Riswanto saat ditemui di lokasi. Saksi kunci lainnya, seorang ojek online yang mengaku sempat mengantar seseorang ke alamat korban, juga telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Hingga Kamis (12/6), polisi telah memeriksa delapan orang saksi, termasuk anggota keluarga dan rekan kerja almarhum yang bekerja sebagai wiraswasta di bidang properti. Istri korban, Sumarni (41), yang sedang berada di rumah orang tuanya di Tegal saat kejadian, telah diminta kembali ke Jakarta untuk memberikan keterangan. “Kami masih menunggu hasil visum et repertum dari Rumah Sakit Fatmawati. Proses ini sangat penting untuk menentukan arah penyelidikan selanjutnya, apakah sebagai tindak pidana atau bukan,” tegas Kompol Ari.

Penyidik juga tengah mempelajari rekaman kamera pengawas (CCTV) dari empat titik di sekitar tempat kejadian. Salah satu unit Resmob menyebut bahwa rekaman menunjukkan adanya tiga orang yang keluar-masuk rumah korban antara pukul 23.00 dan 02.00 WIB. Identitas mereka masih dalam penelusuran. Selain itu, transaksi keuangan digital almarhum dalam 24 jam terakhir ikut disorot untuk mencari kemungkinan motif ekonomi.

Warga sekitar mengaku syok dan mulai meningkatkan kewaspadaan. Ketua RT setempat, Harun, menyampaikan pihaknya akan menggelar pertemuan darurat untuk membahas sistem keamanan lingkungan. “Kami tidak menyangka kejadian seperti ini bisa menimpa Pak Sutrimo, orangnya sehari-hari baik dan jarang ada masalah,” ucapnya. Polisi sendiri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi.

Sementara itu, pihak keluarga berharap polisi dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo. “Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kakak saya. Jangan sampai jadi misteri berkepanjangan,” kata adik korban, Susilo, dengan suara bergetar. Penyelidikan kasus ini memasuki hari ketiga dan publik menanti perkembangan lebih lanjut dari jajaran kepolisian yang berjanji akan menyampaikan hasil pendalaman secara berkala kepada media.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User