Kebutuhan Investasi Besar untuk Transportasi Ferry Nasional
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membeberkan rencana ambisius pengembangan armada dan infrastruktur yang membutuhkan gelontoran dana besar. Direktur Utama perseroan, Heru Widodo, menyampaikan bahwa
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membeberkan rencana ambisius pengembangan armada dan infrastruktur yang membutuhkan gelontoran dana besar. Direktur Utama perseroan, Heru Widodo, menyampaikan bahwa total kebutuhan investasi mencapai Rp 23,49 triliun dalam kurun waktu hingga tahun 2030.
Rencana investasi jumbo ini mencakup dua fokus utama yang saling terintegrasi: pengadaan kapal baru dan revitalisasi serta pengembangan infrastruktur pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperkuat konektivitas maritim nasional dan meningkatkan kualitas layanan penyeberangan kepada masyarakat.
Rincian Pembangunan 46 Unit Kapal Baru
Dari total investasi tersebut, porsi signifikan akan dialokasikan untuk membangun 46 unit kapal baru yang terbagi dalam tiga kategori strategis. Pertama, sebanyak 18 kapal dirancang khusus untuk mendukung strategi long distance ferry (LDF) atau lintasan jarak jauh, yang diharapkan mampu membuka konektivitas baru antar pulau secara lebih efisien.
Kedua, ASDP akan menambah 15 kapal untuk memperkuat 14 lintasan penyeberangan yang sudah beroperasi saat ini. Penambahan armada ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut, mengurangi waktu tunggu di pelabuhan, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pengguna jasa.
Ketiga, perseroan juga menyiapkan 13 kapal baru untuk program peremajaan armada yang sudah tua. Kapal-kapal pengganti ini akan mengadopsi teknologi terkini yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
"Untuk mendukung rencana eksplor dan eksploit selama 5 tahun ke depan, kami hitung sampai tahun 2030, ASDP membutuhkan total investasi sebesar Rp 23,49 triliun," ujar Heru dalam RDP dengan Komisi VI DPR, Rabu (24/6/2026).
Pengembangan infrastruktur pelabuhan menjadi komponen vital kedua dalam rencana investasi ini. Modernisasi fasilitas pelabuhan diharapkan dapat mendukung operasional kapal-kapal baru, meningkatkan keselamatan pelayaran, serta mengakomodasi pertumbuhan volume penumpang dan kendaraan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut laporan media kami, rencana strategis ini merupakan bagian dari upaya ASDP untuk menjawab tantangan mobilitas masyarakat di era modern, sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat tol laut dan konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan timur Indonesia yang masih memerlukan perhatian lebih dalam akses transportasi.
Dengan investasi sebesar ini, ASDP menargetkan transformasi fundamental dalam layanan penyeberangan nasional, mencakup peningkatan standar keselamatan, ketepatan jadwal, dan kenyamanan yang setara dengan moda transportasi modern lainnya. Rencana ini masih akan melalui pembahasan lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan, termasuk Komisi VI DPR yang membidangi urusan BUMN.
Comments (0)