Kebakaran Hebat di Pulo Gadung, Kakak-Adik Tewas Terpanggang
DUA anak bersaudara dilaporkan meregang nyawa dalam kebakaran yang melanda sebuah rumah di Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Api diduga muncul dini hari tadi saat korban dan keluarganya terlelap...
DUA anak bersaudara dilaporkan meregang nyawa dalam kebakaran yang melanda sebuah rumah di Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Api diduga muncul dini hari tadi saat korban dan keluarganya terlelap dalam tidur pulas.
Kobaran api pertama kali terlihat oleh tetangga tepat pukul 03.15 WIB. Warga yang panik langsung berhamburan keluar rumah dan berusaha membangunkan penghuni. Namun, si jago merah sudah melahap bagian depan bangunan dan menjalar cepat ke seluruh ruangan.
Kronologi Mencekam
Saksi mata, Ismail, menuturkan bahwa sebelum api membesar, listrik di permukiman sempat padam seketika. “Tahu-tahu ada suara ledakan kecil dari rumah itu. Kami langsung lari, tapi api sudah tinggi sekali. Sangat ngeri,” ujarnya dengan suara bergetar.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 03.45 WIB dengan menerjunkan tiga unit mobil pemadam. Akses jalan yang sempit di kawasan padat penduduk sempat memperlambat upaya pemadaman. Warga bahu-membahu membentuk rantai air sementara menunggu bantuan tiba.
Korban Tewas di Dalam Kamar
Setelah api berhasil dijinakkan, tim SAR menyisir puing-puing bangunan yang nyaris rata dengan tanah. Dua jenazah ditemukan di dalam kamar bagian belakang. Keduanya adalah kakak dan adik yang berusia 7 dan 9 tahun. “Mereka ditemukan masih berpelukan. Kondisinya sangat memilukan,” ungkap seorang petugas evakuasi.
Orang tua korban, Agus dan Siti, selamat namun mengalami luka bakar di tangan serta syok berat. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah terdekat. Sempat terjadi drama saat sang ibu histeris melihat jasad anak-anaknya dievakuasi.
Pemadaman dan Kerugian
Proses pemadaman total memakan waktu hampir dua jam. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Bangunan utama dan seluruh isi rumah ludes tak bersisa.
Penyelidikan Intensif
Hingga siang ini, area sekitar masih dipasangi garis polisi. Tim forensik dan Inafis melakukan olah TKP secara teliti. AKP Hendra dari Polres Jakarta Timur menyatakan, “Penyebab pasti masih kami selidiki. Kami mengumpulkan keterangan saksi dan bukti fisik di lapangan.” Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi.
Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk autopsi. Proses identifikasi dipastikan lancar karena keluarga langsung berada di lokasi saat kejadian.
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta. Warga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik, menyediakan alat pemadam api ringan, dan selalu memastikan jalur evakuasi di lingkungan rumah masing-masing, terutama di musim kemarau rawan kebakaran seperti saat ini.
Comments (0)