KDM Evaluasi Angkot Tua, Dorong Sopir Jadi Pemilik Armada Listrik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengumumkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh armada angkutan kota (angkot) tua di Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar transportasi...

Jul 28, 2026 - 09:46
0 0
KDM Evaluasi Angkot Tua, Dorong Sopir Jadi Pemilik Armada Listrik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengumumkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh armada angkutan kota (angkot) tua di Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar transportasi publik, sekaligus mendorong para sopir untuk bertransformasi menjadi pemilik armada kendaraan listrik modern.

Evaluasi Total Angkot Tua

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Jabar, lebih dari 12.000 unit angkot beroperasi di seluruh kabupaten/kota, dan sekitar 65 persen di antaranya telah berusia di atas 15 tahun. Kondisi ini dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan penumpang, tetapi juga menjadi sumber polusi udara yang signifikan.

Evaluasi akan mencakup uji kelayakan teknis, emisi gas buang, dan standar keselamatan. Angkot yang tidak lolos akan dihapus dari trayek dan diganti secara bertahap.

Rencana Aksi dan Target

Program ini akan berjalan dalam tiga fase selama lima tahun ke depan. Target utamanya adalah menghadirkan armada 100 persen listrik pada 2031. Pemerintah provinsi menyiapkan skema insentif untuk mempercepat transisi.

  • Fase pertama: pendataan dan uji emisi seluruh angkot (2026-2027).
  • Fase kedua: penggantian 30% armada tua dengan kendaraan listrik (2028-2029).
  • Fase ketiga: full elektrifikasi dan pengembangan infrastruktur pengisian daya (2030-2031).

Dorong Sopir Menjadi Pemilik

Salah satu poin revolusioner adalah mendorong supir angkot untuk memiliki armada sendiri. Selama ini mayoritas sopir hanya menyewa kendaraan dari juragan. KDM menekankan pentingnya kemandirian ekonomi para sopir.

Pemerintah Jabar akan memfasilitasi akses permodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR) transportasi dengan bunga rendah. Selain itu, akan dibentuk koperasi sopir di setiap wilayah trayek guna memudahkan pembelian dan perawatan kendaraan listrik secara kolektif.

Infrastruktur Pendukung

Untuk mendukung operasional kendaraan listrik, Pemprov Jabar berencana membangun 200 stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) di terminal-terminal utama dan rest area. Terminal-terminal angkot juga akan direvitalisasi dengan fasilitas modern, termasuk bengkel khusus untuk kendaraan listrik.

"Kami ingin sopir tidak lagi sekadar pekerja, tetapi menjadi pengusaha transportasi yang memiliki aset dan masa depan cerah. Transformasi ini adalah keniscayaan menuju Jabar hijau," ujar KDM dalam keterangannya di Bandung.

Program ambisius ini diharapkan mampu mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi hingga 40 persen serta meningkatkan kualitas layanan publik secara signifikan. Masyarakat Jabar pun menyambut positif rencana ini dengan catatan implementasi harus tepat sasaran dan tidak membebani sopir kecil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User