Kasat Narkoba dan Lima Anggota Polres Tangsel Gunakan Etomidate
BREAKING — Bareskrim Polri baru saja mengonfirmasi keterlibatan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, bersama lima personelnya dalam penyalahgunaan narkotika golongan...
BREAKING — Bareskrim Polri baru saja mengonfirmasi keterlibatan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, bersama lima personelnya dalam penyalahgunaan narkotika golongan baru, etomidate. Pengakuan ini mencuat setelah serangkaian tes urine mendadak yang digelar pada Jumat dini hari lalu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keenam anggota tersebut menggunakan zat tersebut secara rutin di lingkungan internal. Etomidate sendiri merupakan obat bius yang kerap disalahgunakan di kalangan tertentu karena efek halusinasinya yang cepat.
Hasil Tes Positif, Enam Personel Diamankan
AKP Pardiman bersama lima anak buahnya langsung diamankan oleh tim Propam gabungan. Mereka digiring ke ruang pemeriksaan khusus di gedung Bareskrim pada pukul 03.45 WIB. Sumber internal membenarkan hasil laboratorium sementara menunjukkan seluruh sampel urine positif mengandung etomidate.
“Ini bukan konsumsi rekreasi tanpa sengaja. Kami menemukan bukti pemakaian berulang dalam dua pekan terakhir,” ujar seorang penyidik senior yang enggan nama disebut. Barang bukti berupa botol larutan etomidate dan jarum suntik turut disita dari lokasi.
Profil AKP Pardiman dan Rekam Jejak Satuan
AKP Pardiman dikenal sebagai perwira yang baru menjabat tujuh bulan lalu. Ia memiliki catatan kinerja yang cukup solid dalam pengungkapan kasus sabu dan ganja di wilayah Tangerang. Namun, belakangan ia dikabarkan mengalami tekanan pribadi yang berujung pada penyalahgunaan narkotika tersebut. Lima anggota yang terlibat berpangkat mulai dari Bripka hingga Aipda, termasuk satu orang staf administrasi.
Divisi Humas Polri menegaskan tidak ada toleransi untuk pelanggaran kode etik berat seperti ini. “Proses hukum pidana dan sidang disiplin akan berjalan paralel. Pangkat dan jabatan bukan tameng,” tegas pernyataan resmi yang dirilis Sabtu siang.
Etomidate: Narkotika Generasi Baru di Bali
Etomidate adalah obat anestesi rumah sakit yang kini melonjak sebagai zat terlarang di Indonesia. Badan Narkotika Nasional mencatat peningkatan 240 persen penyitaan etomidate sepanjang tahun ini. Zat ini disuntikkan untuk menghasilkan euforia singkat, namun risiko overdosisnya sangat tinggi dan bisa memicu henti napas.
“Kami sedang melacak jaringan pemasok. Ini modus baru yang melibatkan kalangan medis,” tambah sumber Bareskrim. Terkuaknya kasus di internal polisi mendorong dugaan adanya rantai distribusi yang menyasar aparat penegak hukum.
Respons Publik dan Langkah Lanjutan
Masyarakat Tangsel dikejutkan oleh pengungkapan ini. Banyak warga sebelumnya mempercayakan program anti-narkoba kepada satuan yang kini tercoreng. Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, berjanji akan merombak total sistem pengawasan internal guna mencegah kejadian serupa. “Kami minta maaf. Ini tamparan keras bagi institusi,” imbuhnya.
Saat ini keenam tersangka telah ditahan di sel khusus Bareskrim. Mereka dijerat pasal berlapis, termasuk UU Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara, ditambah pemberatan karena dilakukan oleh penegak hukum. Proses pemberkasan ditargetkan selesai dalam dua pekan ke depan.
Comments (0)