Monday, 24 August 2026 | 10:03 WIB

Karhutla Kapuas Belum Padam, Medan Terjal Hambat Petugas

BREAKING: Kebakaran hutan dan lahan di pedalaman Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, masih berkobar hingga pagi ini. Api belum berhasil dikuasai tim pemadam sejak Jumat pekan lalu. Medan terjal menja...

Aug 24, 2026 - 07:25
0 0
Karhutla Kapuas Belum Padam, Medan Terjal Hambat Petugas

BREAKING: Kebakaran hutan dan lahan di pedalaman Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, masih berkobar hingga pagi ini. Api belum berhasil dikuasai tim pemadam sejak Jumat pekan lalu. Medan terjal menjadi hambatan utama di lapangan.

Tim gabungan melaporkan titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau. Akses jalan darat terputus di beberapa ruas. Kendaraan pemadam tidak bisa melaju ke lokasi. Petugas terpaksa berjalan kaki berjam-jam menembus hutan.

Kondisi Terkini di Lapangan

Hingga pagi ini, asap tebal masih menyelimuti sejumlah desa. Jarak pandang turun drastis di pagi hari. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Kebakaran telah berlangsung lebih dari tiga hari tanpa jeda.

Saksi mata di lokasi menyebut api merambat cepat di lahan gambut. Api membakar lapisan tanah di bawah permukaan. Air dari selang tidak mampu menjangkau titik panas di kedalaman. Kondisi ini membuat api mudah muncul kembali.

Kendala Medan Jadi Penghambat Utama

Kondisi geografis menjadi tantangan paling berat bagi petugas. Wilayah terdampak berada di pedalaman yang berbukit. Jalanan berlumpur setelah diguyur hujan beberapa waktu lalu. Empat unit mobil pemadam tidak bisa mencapai lokasi kebakaran.

Petugas mengandalkan peralatan manual yang dibawa berjalan kaki. Pompa air portabel diangkut dengan tenaga manusia secara bergantian. Efeknya, proses pemadaman berjalan sangat lambat. Api sempat padam di satu titik, namun menyala kembali di titik lain.

Cuaca juga tidak berpihak pada upaya pemadaman. Hujan belum turun dalam beberapa hari terakhir. Angin kencang justru mempercepat perambatan api. Kondisi ini memaksa petugas menyusun ulang strategi penanganan di lapangan.

Upaya Pemadaman dari Udara dan Darat

Pemadaman dari udara sempat direncanakan sejak kemarin. Helikopter water bombing menunggu izin dan kondisi cuaca yang mendukung. Namun asap tebal membatasi jarak pandang pilot. Operasi udara terpaksa ditunda hingga cuaca membaik.

Di darat, puluhan personel gabungan dikerahkan ke titik api. Mereka membentuk sekat bakar untuk menghentikan laju api. Parit isolasi digali di sejumlah titik strategis. Tim kesehatan disiagakan di posko terdekat.

Peralatan berat seperti ekskavator dijadwalkan masuk hari ini. Alat ini dibutuhkan untuk membuka akses jalan ke lokasi. Namun perjalanan menuju titik api memakan waktu hampir satu hari penuh. Medan berlumpur memperlambat pergerakan alat berat tersebut.

Dampak Asap bagi Warga

Kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi. Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar. Warga lanjut usia dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Masker dibagikan secara gratis di posko darurat.

Dinas kesehatan setempat melaporkan lonjakan pasien gangguan pernapasan. Infeksi saluran pernapasan akut mendominasi keluhan di puskesmas. Petugas mengimbau warga tidak membakar lahan dalam kondisi kering. Imbauan ini disampaikan berulang kali lewat pengeras suara.

Kualitas udara di sejumlah kecamatan masuk kategori tidak sehat. Indeks standar pencemaran udara dipantau setiap jam oleh petugas. Masyarakat diminta menutup ventilasi rumah saat asap pekat. Warga yang sakit disarankan segera memeriksakan diri.

Perkembangan Penanganan

Posko siaga darurat didirikan di kantor kecamatan terdekat. Posko beroperasi selama 24 jam penuh. Masyarakat bisa melapor jika menemukan titik api baru. Nomor pengaduan resmi diumumkan melalui pengeras suara masjid.

Perangkat desa ikut dikerahkan untuk melakukan patroli rutin. Mereka memantau kawasan rawan pada malam hari. Patroli ini bertujuan mencegah api meluas ke permukiman warga. Setiap temuan langsung dilaporkan ke posko komando.

Bantuan logistik terus mengalir ke lokasi kebakaran. Air mineral, makanan, dan masker didistribusikan kepada warga. Relawan dari organisasi kemanusiaan ikut membantu di lapangan. Dapur umum disiapkan untuk warga yang terdampak asap.

Harapan dan Evaluasi

Petugas optimistis api bisa dijinakkan dalam beberapa hari ke depan. Namun semua bergantung pada cuaca dan dukungan peralatan. Pemadaman optimal membutuhkan hujan atau bantuan udara. Tanpa keduanya, api di lapisan gambut sulit dipadamkan total.

Evaluasi besar akan dilakukan setelah api berhasil dipadamkan. Persoalan akses jalan harus segera dicarikan solusi jangka panjang. Pembukaan kanal gambut juga menjadi perhatian para ahli lingkungan. Kejadian serupa diharapkan tidak terulang pada musim kemarau mendatang.

Pemerintah daerah meminta warga tetap tenang dan waspada. Informasi resmi hanya berasal dari posko penanganan karhutla. Masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar bohong terkait kebakaran. Perkembangan penanganan akan diumumkan secara berkala.

Update berikutnya akan disampaikan setelah laporan terbaru dari lapangan diterima. Tim gabungan terus bekerja tanpa henti untuk menjinakkan api. Seluruh elemen masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan. Kebakaran baru bisa dinyatakan selesai jika seluruh titik panas benar-benar padam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User