Monday, 24 August 2026 | 10:02 WIB

Karhutla di Lamandau Mencekam, Api Hampir Bakar Gardu Induk PLN

BREAKING — Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, nyaris menghanguskan Gardu Induk PLN pada Kamis malam. Kobaran api berhenti hanya sekitar beberapa meter dari instalasi...

Aug 21, 2026 - 22:22
0 0
Karhutla di Lamandau Mencekam, Api Hampir Bakar Gardu Induk PLN

BREAKING — Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, nyaris menghanguskan Gardu Induk PLN pada Kamis malam. Kobaran api berhenti hanya sekitar beberapa meter dari instalasi listrik vital tersebut di Kecamatan Bulik. Warga dan petugas gabungan sempat berlomba melawan laju api.

Kepanikan melanda permukiman saat malam tiba. Langit di sekitar lokasi berubah merah oleh bara, sementara asap tebal membuat jarak pandang menyempit. Sejumlah saksi mata mengaku belum pernah melihat karhutla seganas ini dalam beberapa tahun terakhir.

Kronologi Menit-Menit Kritis

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada sore hari. Titik api muncul di lahan gambut yang sudah kering akibat musim kemarau panjang. Angin kencang kemudian mempercepat perambatan api ke arah permukiman dan infrastruktur kelistrikan.

Pada pukul sekitar 20.00 WIB, api mendekati area Gardu Induk PLN. Kondisi itu memicu siaga darurat di lokasi. Petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan relawan diterjunkan ke titik kritis secara serentak.

Gardu Induk Nyaris Terbakar

Gardu Induk merupakan infrastruktur strategis yang melayani pasokan listrik bagi sebagian besar wilayah Lamandau. Jika sampai terbakar, dampaknya bisa memutus aliran listrik ke ribuan pelanggan dalam waktu lama.

Tim gabungan akhirnya berhasil menghentikan laju api sebelum menyentuh instalasi. Proses pemadaman berlangsung dramatis dan penuh risiko karena asap pekat serta tanah gambut yang mudah terbakar di bawah permukaan.

Respons Cepat Tim Gabungan

Pemadaman dilakukan dengan metode langsung dan pembuatan sekat bakar. Petugas juga memompa air dari sumber terdekat untuk membasahi jalur yang dilalui api. Evakuasi warga di rumah terdekat sempat diimbau sebagai langkah antisipasi.

Belum ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini. Namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar karena lahan yang terbakar cukup luas. Data resmi mengenai luasan area terdampak masih dihimpun petugas di lapangan.

Kondisi Terkini dan Perkembangan

Hingga pagi ini, api dilaporkan sudah bisa dikendalikan. Petugas masih melakukan pendinginan untuk mencegah api muncul kembali, terutama di titik-titik gambut yang menyimpan bara di dalam tanah. Operasi pemadaman tahap lanjutan terus berjalan.

PLN memastikan pasokan listrik di wilayah sekitar tetap normal. Meski begitu, pihaknya mengerahkan personel untuk berjaga di sekitar gardu hingga situasi benar-benar aman.

Penyebab dan Faktor Pemicu

Musim kemarau menjadi faktor utama. Gambut yang mengering membuat api mudah menyebar di bawah permukaan dan sulit dipadamkan. Selain itu, dugaan aktivitas pembakaran lahan oleh manusia masih menjadi perhatian aparat.

Petugas tengah menyelidiki asal mula api. Jika ditemukan unsur kesengajaan, pelaku bisa dijerat hukum sesuai peraturan perundang-undangan tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Imbauan kepada Masyarakat

Masyarakat diminta tidak membakar lahan dalam kondisi apa pun. Karhutla bukan hanya ancaman lingkungan, tetapi juga keselamatan jiwa dan infrastruktur publik. Setiap titik api kecil bisa berubah menjadi bencana besar dalam hitungan jam.

Warga yang melihat tanda-tanda kebakaran diminta segera melapor kepada aparat setempat. Respons cepat sejak awal sangat menentukan keberhasilan pemadaman dan mencegah meluasnya dampak.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan. Langkah itu ditempuh untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang di tengah kondisi cuaca yang masih panas dan kering.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User