Kampung Tenggelam Muncul Kembali di Bendungan Karian

BREAKING NEWS — Permukaan air Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, surut drastis Kamis (24/7/2026) akibat kemarau panjang. Fenomena ini menyingkap sisa permukiman yang telah bertahun-tahun t...

Jul 28, 2026 - 05:28
0 0
Kampung Tenggelam Muncul Kembali di Bendungan Karian

BREAKING NEWS — Permukaan air Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, surut drastis Kamis (24/7/2026) akibat kemarau panjang. Fenomena ini menyingkap sisa permukiman yang telah bertahun-tahun terendam.

Jejak Peradaban yang Hilang

Warga sekitar langsung berdatangan begitu kabar munculnya kembali kampung itu tersebar. Mereka menyaksikan fondasi rumah, jalan desa, dan sisa bangunan lain yang dulu menjadi hunian ratusan keluarga. Seorang saksi mata, Rahmat (52), mengaku terharu melihat kembali bekas rumah masa kecilnya. “Saya tidak menyangka bisa menginjakkan kaki lagi di sini. Ini seperti bernostalgia dengan hantu,” ujarnya dengan suara bergetar.

  • Kampung terdiri dari 3 dusun — dihuni lebih dari 400 kepala keluarga sebelum penggenangan
  • Surut hingga 12 meter — level air waduk turun signifikan akibat kemarau ekstrem
  • Muncul fondasi rumah, sumur, dan jalan — struktur masih bisa dikenali

Bendungan Karian mulai dioperasikan pada 2020 untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi. Saat itu, seluruh warga direlokasi ke permukiman baru yang disiapkan pemerintah. Namun, kenangan akan kampung halaman tak pernah benar-benar tenggelam.

Peringatan Keselamatan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian langsung mengeluarkan peringatan darurat. Warga dilarang keras memasuki area bekas kampung. Struktur bangunan yang terpapar air bertahun-tahun dinilai sangat rapuh dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat. Ini demi keselamatan bersama,” tegas Kepala BBWS dalam keterangan resmi. Petugas juga meningkatkan patroli untuk mencegah warga nekat turun ke dasar waduk.

Fenomena serupa pernah terjadi pada 2023, namun tidak separah kali ini. Kemarau 2026 tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir.

Antara Nostalgia dan Risiko

Meski dilarang, sejumlah warga tetap nekat berfoto di antara puing-puing. Mereka membawa anak-anak untuk menunjukkan asal-usul keluarga. Pemerintah desa setempat berencana menggelar doa bersama di tepi waduk sebagai bentuk penghormatan.

Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung beberapa pekan sebelum hujan kembali mengisi waduk. Warga diminta tetap siaga dan mematuhi arahan petugas. Perkembangan situasi akan terus dipantau dan dilaporkan segera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User