Kampung Hilang di Bendungan Karian Muncul Perdana Sejak 2023
BREAKING — Reruntuhan kampung yang telah lama terkubur di dasar Bendungan Karian, Lebak, tiba-tiba menyembul ke permukaan. Ini penampakan pertama sejak area itu ditenggelamkan pada tahun 2023.Fenome...
BREAKING — Reruntuhan kampung yang telah lama terkubur di dasar Bendungan Karian, Lebak, tiba-tiba menyembul ke permukaan. Ini penampakan pertama sejak area itu ditenggelamkan pada tahun 2023.
Fenomena langka ini dipicu oleh musim kemarau panjang yang melanda wilayah Banten. Permukaan air bendungan menyusut drastis, mengekspos sisa-sisa permukiman yang selama ini tidak pernah terlihat. Berdasarkan pantauan, muka air berada pada titik terendah sejak pengisian awal.
Fakta Cepat
- Lokasi: Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten
- Waktu terlihat: Juli 2026, puncak musim kemarau
- Terakhir terlihat: Sebelum 2023, kala area itu masih berupa daratan
- Penyebab: Surut drastis debit air bendungan
Di antara lumpur dan tanah retak, struktur bangunan rumah, jalan setapak, serta puing-puing perkakas rumah tangga masih dapat dikenali. Pemandangan itu seketika menarik perhatian warga sekitar yang melintas. Beberapa di antara mereka bahkan nekat mendekat untuk melihat lebih dekat. Kondisi ini juga mengungkapkan sumur-sumur tua dan sisa kebun yang dulu menjadi tumpuan hidup warga.
“Saya tidak menyangka akan melihat kampung itu lagi. Dulu, desa itu ramai. Sekarang hanya tinggal bayangan,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebut namanya. Kenangan pahit proses relokasi kembali mencuat.
Bendungan Karian merupakan proyek strategis nasional yang rampung pada akhir 2022. Penggenangan waduk dimulai awal 2023, menelan sedikitnya dua kampung. Ribuan warga direlokasi dengan dramatis; sebagian bertahan hingga air mulai naik. Proyek ini menghabiskan dana triliunan rupiah dan menjadi sumber air baku utama bagi sebagian Banten dan Jakarta. Kini, reruntuhan itu seakan menjadi museum alam yang menyimpan kisah getir.
Baru kali ini dalam tiga tahun, muka air turun sedemikian rendah hingga kerangka kampung muncul lagi. BMKG sebelumnya memprediksi kemarau tahun ini lebih kering dari biasanya akibat anomali cuaca. Beberapa pulau kecil dari gundukan tanah bekas bukit juga ikut menyembul.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan ketersediaan air baku di Banten jika kemarau terus berlanjut. Namun, di sisi lain, peristiwa ini menjadi momen langka bagi sebagian orang untuk menyaksikan kembali “hantu” masa lalu yang tenggelam oleh pembangunan.
Pihak pengelola bendungan belum memberikan pernyataan resmi. Mereka dikabarkan sedang memantau penurunan debit air dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Pemerintah Kabupaten Lebak melalui BPBD setempat mengimbau warga untuk tidak mendekati area bekas kampung karena kondisi tanah yang labil dan potensi longsor.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa alam bisa menyingkap kembali apa yang sudah dikubur manusia, meski hanya untuk sementara waktu.
Comments (0)