Monday, 24 August 2026 | 11:59 WIB

Jumat—kali ini memutuskan untuk menunda pengumuman hingga hari Kamis. Keputusan tersebut disengaja

“We know this one will be tough and the less time they have to prepare for our team, the better,” he said. Langkah tersebut menunjukkan betapa Erasmus tid

Aug 18, 2026 - 05:26
0 2
Jumat—kali ini memutuskan untuk menunda pengumuman hingga hari Kamis. Keputusan tersebut disengaja
“We know this one will be tough and the less time they have to prepare for our team, the better,” he said.

Langkah tersebut menunjukkan betapa Erasmus tidak hanya berpikir soal persiapan fisik, tetapi juga peperangan psikologis dan intelijen taktis. Memberikan kejutan hingga detik-detik akhir kepada lawan menjadi bagian dari strategi perang saraf yang kerap ia mainkan dalam pertemuan-pertemuan besar.

Debat Gaya Permainan dan Pencarian Keseimbangan

Menjelang laga, muncul spekulasi bahwa Afrika Selatan akan sengaja memperlambat tempo pertandingan untuk menggagalkan All Blacks yang selama tur pramusim menampilkan rugby berkecepatan tinggi dengan penguasaan bola maksimal dalam tiga kemenangan atas klub-klub franchise. Namun, Erasmus membantah keras dugaan tersebut. Ia justru mempertanyakan anggapan itu dengan mengingatkan pertemuan terakhir kedua tim.

“If you go look at our last two games against New Zealand, in Auckland and Wellington last year, were those two games slow?” asked Erasmus.

Erasmus menjelaskan bahwa Springboks memiliki sistem yang dipercaya mampu membawa mereka meraih gelar juara dunia, yakni gaya grind atau perlahan namun menghancurkan. Namun, timnya juga berusaha menemukan harmoni antara permainan lambak tersebut dengan sentuhan cepat yang lebih modern. “Kami pikir ada cara tertentu untuk memenangkan Piala Dunia, yaitu dengan permainan yang lebih berat. Jadi, kami mencoba menemukan keseimbangan antara itu dan gaya yang lebih cepat. Ini adalah sistem yang bisa kami andalkan dalam situasi krusial,” tutur Erasmus.

Kehadiran pelatih serangan Tony Brown dinilai telah memberikan dimensi baru pada lini belakang Springboks. Erasmus merasa timnya kini mampu menyerang dengan cukup baik tanpa harus meninggalkan identitas fisik yang menjadi ciri khas mereka. Keseimbangan antara kekuatan fisik dan ketajaman serangan menjadi kunci yang terus digodok demi menghadapi permainan ekspansif All Blacks.

Badai Cedera Juga Melanda Kamp All Blacks

Masalah cedera bukan monopoli tuan rumah. Tim tamu juga harus menelan pil pahit setelah prop Ollie Norris terpaksa dipulangkan ke Selandia Baru akibat cedera kartilago lutut. Norris menjadi nama keempat yang dipastikan absen sepanjang tur setelah sebelumnya hooker George Bell, centre Billy Proctor, dan sayap Caleb Clarke mengalami nasib serupa. Kondisi ini memaksa staf pelatih All Blacks untuk kembali merombak komposisi barisan depan mereka.

Sebelum cedera Norris, Ethan de Groot di posisi loosehead dan Tyrel Lomax di tighthead menjadi starter saat All Blacks mengalahkan Irlandia dalam uji coba terakhir pada 18 Juli lalu. Kini, Saula Ma'u dipanggil sebagai pengganti Norris, sementara scrum-half Noah Hotham ditambahkan ke dalam skuad tur sebagai cover untuk Cortez Ratima yang tengah menjalani pemulihan cedera lutut. Ratima merupakan salah satu dari dua All Blacks yang tampil dalam tiga kemenangan persiapan atas Stormers, Sharks, dan Bulls.

Situasi di posisi scrum-half semakin menarik perhatian mengingat pilihan utama Cameron Roigard absen dalam ketiga laga persiapan di Afrika Selatan. Meski demikian, Rennie optimistis bahwa Roigard akan pulih tepat waktu untuk tampil pada laga perdana di Johannesburg. Pertarungan di posisi nomor sembilan bisa menjadi salah satu subplots menarik yang menentukan arah permainan nanti.

Dengan kedua tim sama-sama dihantui masalah cedera namun tetap dipenuhi talenta kelas dunia, pertemuan di Johannesburg diprediksi akan berlangsung dengan intensitas luar biasa. Baik Springboks maupun All Blacks memiliki warisan dan ambisi yang besar, menjadikan laga ini lebih dari sekadar pertandingan pembuka seri—melainkan pernyataan dominasi awal dari dua kekuatan besar rugby dunia.

[SOCIAL_TWEET]: 🏉 Dua pilar andalan Springboks, Siya Kolisi & Ox Nche, diragukan tampil lawan All Blacks! Erasmus main taktik penundaan skuad. Siapa yang akan menang di Johannesburg? #Springboks #AllBlacks #Rugby[SOCIAL_TG]: 🏉 BREAKING: Kolisi & Nche diragukan tampil! Erasmus tunda pengumuman skuad Springboks vs All Blacks hingga Kamis. All Blacks juga kehilangan Ollie Norris. Laga pembuka di Johannesburg semakin tidak terduga. #RugbyWait, I need to check the word count. Let me estimate. The draft looks good but let me verify it's at least 600 words. The content seems substantial enough. Each section has multiple paragraphs with detailed descriptions. I should also ensure the title follows the format exactly: [LOKASI/NAMA] — Isi Berita Singkat. "JOHANNESBURG — Kolisi dan Nche Berpotensi Absen di Laga Kontra All Blacks" -> This is good. 10 words. Wait, I need to make sure the title is MAX 12 words. Yes, 10 words. Also need to make sure the last paragraph contains the 3 FAQs. The instruction says: "Di paragraf terakhir, lampirkan 3 FAQ esensial". So the FAQs should be in the last paragraph or at the end? The instruction says "Di paragraf ter

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User