Jude Bellingham Jadi Bintang, Inggris Lolos Semifinal Piala Dunia 2026

DOHA — Gelar bintang lapangan kembali disematkan kepada Jude Bellingham. Gelandang serang berusia 22 tahun itu tampil memukau dan mengantarkan Inggris ke babak empat besar Piala Dunia 2026, memicu n...

Jul 13, 2026 - 06:47
0 0

DOHA — Gelar bintang lapangan kembali disematkan kepada Jude Bellingham. Gelandang serang berusia 22 tahun itu tampil memukau dan mengantarkan Inggris ke babak empat besar Piala Dunia 2026, memicu nyanyian legendaris “Hey Jude” dari tribun pendukung.

Kemenangan dramatis 3-1 atas tim lawan di perempat final yang digelar di Lusail Stadium membuat The Three Lions selangkah lebih dekat ke trofi. Bellingham menjadi pusat permainan, mencatatkan satu gol penting dan satu assist yang memastikan kemenangan.

Detik-detik Krusial

Pertandingan sempat berjalan imbang 1-1 hingga menit ke-67. Kegelisahan mulai menyelimuti pendukung Inggris. Namun, Bellingham segera memecah kebuntuan. Ia menerima umpan dari lini tengah, mengontrol bola dengan dada, lalu melepaskan tendangan terukur ke sudut kanan gawang. Stadion bergemuruh, dan gol tersebut menjadi titik balik psikologis seluruh tim.

Data statistik membuktikan dominasinya sepanjang 90 menit: 94% operan berhasil, tiga dribel sukses, lima tekel bersih, dan dua peluang kunci yang berujung gol. Tidak hanya menyerang, ia juga rajin turun ke belakang untuk memotong aliran bola lawan.

Sorakan “Hey Jude” Menggema

Sekitar lima menit setelah golnya, sekelompok suporter di sisi selatan stadion memulai nyanyian “Hey Jude” versi khusus. Lirik “Na na na nananana, nannana, hey Jude” terdengar selama lebih dari 10 menit tanpa henti. Bellingham terlihat mengangkat tangan ke arah tribun sebagai apresiasi. Beberapa pemain cadangan ikut bergumam menyanyikannya di bangku pemain.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Sejak bergabung dengan Real Madrid dan kini di timnas, lagu The Beatles itu selalu menjadi kode emosional antara Bellingham dan pendukung. Bedanya, momen di Lusail Stadium ini terasa lebih spesial karena terjadi di fase krusial turnamen.

Respons Pelatih dan Tim

Usai laga, pelatih kepala Inggris menyatakan bahwa Bellingham menunjukkan kematangan melebihi usianya. “Dia adalah motor permainan kami. Golnya bukan sekadar keberuntungan, tapi hasil dari ketenangan dan visi tajam,” ujarnya dalam konferensi pers. Sang pelatih juga menekankan pentingnya menjaga fokus untuk semifinal.

Rekan setim di lini tengah mengaku bahwa kehadiran Bellingham memberi kepercayaan diri lebih. “Saat dia memegang bola, kami tahu sesuatu bisa terjadi. Dia bisa mengubah ritme dalam sekejap,” tuturnya.

Perjalanan Menuju Trofi

Dengan tiket semifinal sudah di tangan, Inggris kini menunggu pemenang antara Argentina dan Belanda. Jika melihat performa Bellingham, banyak pihak menilai ini adalah momentum terbaik Inggris untuk mengakhiri penantian gelar juara dunia yang telah berlangsung puluhan tahun. Sejauh ini, pemain kelahiran Stourbridge itu telah membukukan empat gol dan dua assist dalam enam penampilan.

Pengamat sepak bola internasional menyoroti bahwa peningkatan fisik dan mental Bellingham menjadi pembeda. “Ia bukan lagi pemain potensial, ia sudah menjadi pemimpin di lapangan. Piala Dunia ini bisa menjadi panggung penobatannya,” kata seorang analis ternama.

Sepanjang perjalanan menuju hotel, iring-iringan bus tim disambut ratusan pendukung yang terus melambungkan nyanyian ikonik itu. Pesan sederhana namun kuat tersampaikan: Inggris percaya pada Bellingham, dan Bellingham menjawabnya di lapangan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User