Aug 24, 2026
breaking

JPO HR Rasuna Said Jadi Nadi Pejalan Kaki di Kawasan Kuningan

JAKARTA — Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, kembali padat dilintasi warga. Infrastruktur itu kini menjadi nadi utama mobilitas pejalan kaki di ka...

JPO HR Rasuna Said Jadi Nadi Pejalan Kaki di Kawasan Kuningan

JAKARTA — Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, kembali padat dilintasi warga. Infrastruktur itu kini menjadi nadi utama mobilitas pejalan kaki di kawasan bisnis tersebut.

Pantauan di lokasi, arus warga naik turun tangga JPO terlihat sejak pagi hingga petang. Mayoritas adalah pekerja kantoran yang menuju deretan gedung tinggi di sepanjang jalan protokol itu.

Jalan HR Rasuna Said dikenal sebagai salah satu koridor tersibuk di Ibu Kota. Volume kendaraan yang tinggi membuat menyeberang langsung sangat berisiko. JPO menjadi satu-satunya jalur aman.

Fungsi Vital di Jantung Kawasan Bisnis

Kawasan Kuningan menampung puluhan gedung perkantoran, kedutaan besar, dan pusat perbelanjaan. Ribuan pekerja hilir mudik setiap hari. Kebutuhan akan jalur penyeberangan yang aman pun tak terhindarkan.

JPO ini menghubungkan dua sisi jalan yang dipisahkan arus kendaraan deras. Tanpa jembatan itu, pejalan kaki harus memutar jauh atau bertaruh nyawa menerobos lalu lintas.

Keberadaannya juga menopang akses menuju halte transportasi umum di sekitar lokasi. Warga yang turun dari angkutan kota bisa langsung menaiki tangga JPO untuk mencapai sisi seberang.

Keselamatan Jadi Alasan Utama

Data kecelakaan lalu lintas di Jakarta menunjukkan pejalan kaki termasuk kelompok paling rentan. Penyeberangan tak teratur kerap berujung fatal. JPO menekan risiko itu secara signifikan.

Sejumlah warga mengaku lebih tenang melintas lewat jembatan. Mereka tak perlu berpacu dengan laju kendaraan. Anak-anak sekolah di sekitar kawasan juga memanfaatkan fasilitas yang sama.

Pengguna jalan lain turut diuntungkan. Pengemudi tak perlu mengerem mendadak karena penyeberang liar. Arus lalu lintas di bawah jembatan menjadi lebih lancar dan tertib.

Namun kedisiplinan tetap menjadi catatan. Masih ada segelintir orang yang nekat menyeberang di bawah jembatan. Padahal jarak pandang pengemudi di ruas itu terbatas, terutama saat jam sibuk.

Kondisi Fisik dan Perawatan

Secara umum struktur JPO masih kokoh. Lantai dan pegangan tangga berfungsi baik. Namun sejumlah bagian menunjukkan tanda usia pakai yang panjang.

Beberapa titik tampak kusam. Cat mengelupas di sisi tertentu. Pencahayaan malam hari dinilai perlu ditambah agar pengguna merasa lebih aman saat melintas.

Musim hujan menambah tantangan tersendiri. Lantai tangga bisa menjadi licin. Genangan kecil di anak tangga berpotensi memicu pengguna terpeleset.

Perawatan rutin menjadi kunci. JPO yang terawat membuat warga enggan menyeberang sembarangan. Sebaliknya, jembatan yang kumuh justru dijauhi dan kehilangan fungsinya.

Tantangan Aksesibilitas

Tangga curam masih menjadi kendala bagi sebagian pengguna. Lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas kesulitan menaiki puluhan anak tangga setiap hari.

Wacana penambahan lift atau eskalator mengemuka. Sejumlah JPO di Jakarta telah dilengkapi fasilitas tersebut. Warga berharap JPO HR Rasuna Said segera menyusul.

Aksesibilitas bukan sekadar kenyamanan. Itu adalah hak setiap warga kota. Infrastruktur publik semestinya ramah untuk semua kalangan tanpa kecuali.

Harapan Warga

Warga berharap pemerintah kota memperhatikan detail kecil. Kebersihan jembatan, lampu penerangan, hingga keamanan dari aksi kejahatan jadi perhatian utama.

Petugas kebersihan dan keamanan dinilai perlu hadir berkala. Terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari ketika arus pejalan kaki memuncak.

Ke depan, keberadaan JPO diharapkan terintegrasi dengan pembangunan trotoar yang lebih luas. Pejalan kaki mendapat ruang yang layak dari hulu ke hilir.

Hingga kini, JPO HR Rasuna Said tetap berdiri sebagai saksi denyut nadi kota. Setiap hari, ribuan langkah kaki melintasinya. Infrastruktur sederhana itu membuktikan satu hal: kota yang baik dimulai dari ruang aman bagi pejalan kakinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User