Jasa Marga Pacu Transformasi Digital Demi Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan Tol
Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantapkan langkahnya dalam menghadirkan layanan prima bagi pengguna jalan tol. Melalui gelaran Expert Sharing Session, perusahaan pelat merah ini meneg
Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantapkan langkahnya dalam menghadirkan layanan prima bagi pengguna jalan tol. Melalui gelaran Expert Sharing Session, perusahaan pelat merah ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi layanan yang sepenuhnya berorientasi pada pelanggan. Fokus utama dari inisiatif ini adalah peningkatan customer experience secara menyeluruh, sejalan dengan ambisi perusahaan untuk mengubah wajah layanan infrastruktur di Indonesia.
Dari Infrastructure ke Infraculture
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dalam keterangannya yang diterima media kami, Jumat (3/7/2026), mengungkapkan bahwa perusahaan tengah menggeser paradigma bisnis fundamentalnya. Tidak lagi sekadar menjadi pengelola infrastruktur jalan tol, Jasa Marga kini bertransformasi menuju konsep "infraculture" yang menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai inti dari seluruh ekosistem layanan.
"Dampak dari perubahan paradigma ini tidak hanya untuk internal perusahaan, namun juga ke masyarakat agar semakin merasakan pengalaman terbaiknya selama berkendara. Tantangan kita adalah mewujudkan total experience yang berfokus pada keselamatan pengguna jalan," ujar Rivan.
Rangkaian Inovasi Digital Terintegrasi
Guna mewujudkan visi besar tersebut, Jasa Marga telah dan terus mengembangkan serangkaian inovasi layanan berbasis teknologi yang saling terintegrasi. Laporan media kami mencatat, setidaknya ada empat pilar utama yang menjadi andalan perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjamin keselamatan para pemudik dan pengguna jalan tol sehari-hari.
Pertama, sistem pengawasan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Melalui teknologi ini, Jasa Marga berupaya keras menekan angka kecelakaan yang kerap dipicu oleh kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih. Kehadiran sistem ini menjadi wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam menjaga integritas infrastruktur dan keamanan pengguna jalan lainnya.
Kedua, Jasa Marga membangun sistem pengendalian internal yang dinamai Troops. Sistem ini dirancang untuk memastikan kualitas pelayanan dan kondisi infrastruktur tetap terjaga prima di seluruh ruas tol kelolaan. Ketiga, Jasa Marga Traffic Management Center (JMTC) dihadirkan sebagai pusat kendali operasional yang memonitor situasi lalu lintas secara real-time, memungkinkan respons cepat terhadap insiden di lapangan.
Pilar keempat dan menjadi ujung tombak interaksi langsung dengan pelanggan adalah aplikasi Travoy. Lebih dari sekadar aplikasi navigasi, Travoy dikembangkan sebagai ekosistem layanan digital terpadu bagi pengguna jalan tol. Aplikasi ini menyediakan informasi lengkap seputar tarif, kondisi lalu lintas, hingga layanan darurat, sehingga pengendara dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.
Dengan kolaborasi dari berbagai inovasi digital ini, Jasa Marga optimistis dapat menghadirkan pengalaman berkendara yang holistik. Transformasi ini menandai babak baru komitmen perusahaan dalam melayani negeri, memastikan bahwa setiap kilometer perjalanan di jalan tol memberikan rasa aman dan nyaman yang maksimal.
Comments (0)