Jalan Raya CBL Memprihatinkan, 4 Titik Longsor Dibiarkan Berbulan-bulan

Kondisi Jalan Raya CBL (Cibitung–Bantar Gebang–Lemahabang) di Kabupaten Bekasi kian memprihatinkan. Sebanyak empat titik longsor di ruas jalan vital ini dibiarkan tanpa perbaikan selama berbulan-bula

Jul 08, 2026 - 19:17
0 0
Jalan Raya CBL Memprihatinkan, 4 Titik Longsor Dibiarkan Berbulan-bulan

Kondisi Jalan Raya CBL (Cibitung–Bantar Gebang–Lemahabang) di Kabupaten Bekasi kian memprihatinkan. Sebanyak empat titik longsor di ruas jalan vital ini dibiarkan tanpa perbaikan selama berbulan-bulan, menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan setiap hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan paling parah terlihat di tikungan dekat kawasan industri, di mana badan jalan amblas sedalam hampir satu meter dengan retakan yang terus melebar. Tiga titik lainnya tersebar di sepanjang jalur menuju Bantar Gebang, dengan kondisi tanah labil yang menggerus bahu jalan. Minimnya penerangan dan rambu peringatan menambah risiko kecelakaan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Para pengendara yang setiap hari melintasi rute ini mengaku resah. Seorang sopir truk pengangkut barang, Rudi (42), mengatakan bahwa dirinya nyaris terperosok ke dalam lubang longsor saat hujan deras pekan lalu.

"Jalan ini seperti jebakan maut, gelap, licin, dan tiba-tiba ada lubang besar. Kami hanya bisa berdoa setiap lewat sini."

Senada dengan Rudi, warga setempat juga mengeluhkan lambannya penanganan. Menurut mereka, longsor pertama kali muncul sejak musim hujan awal tahun, namun hingga pertengahan tahun belum ada perbaikan berarti. Beberapa warga bahkan swadaya memasang batu dan ban bekas sebagai tanda bahaya darurat, meski upaya itu tidak cukup efektif.

Jalan Raya CBL merupakan jalur penghubung penting yang menjadi urat nadi distribusi logistik dari kawasan industri Cibitung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang di Bekasi. Setiap hari, ratusan truk sampah dan kendaraan berat melintas, sehingga kerusakan jalan semakin cepat terjadi. Ditambah dengan curah hujan tinggi dan drainase yang buruk, struktur tanah di beberapa titik menjadi rentan longsor.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Bina Marga atau instansi terkait tentang rencana perbaikan. Seorang petugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah provinsi, namun anggaran perbaikan masih menunggu proses tender. "Kami paham ini darurat, tapi prosedur tetap harus jalan. Sementara ini kami hanya bisa imbau pengguna jalan untuk berhati-hati," ujarnya singkat.

Sementara itu, pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Andi Pramono, menilai pembiaran longsor di CBL mencerminkan lemahnya mitigasi infrastruktur di wilayah penyangga Jakarta. Ia menekankan perlunya audit menyeluruh pada titik rawan longsor dan percepatan perbaikan sebelum menimbulkan korban jiwa. "Ruas jalan utama seperti ini seharusnya menjadi prioritas, apalagi menjelang musim hujan berikutnya. Jika dibiarkan, risiko terburuk adalah putusnya akses dan kecelakaan fatal," katanya.

Para pengguna jalan berharap ada tindakan nyata dalam waktu dekat. Mereka meminta pemerintah daerah segera menurunkan tim teknis untuk melakukan perbaikan sementara, seperti penimbunan material dan pemasangan sheet pile, agar longsor tidak semakin meluas.

Beritatercepat.com akan terus memantau perkembangan penanganan Jalan Raya CBL dan mendorong pihak berwenang untuk bergerak cepat sebelum jatuh korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Reporter Teknologi. Reporter teknologi terkini dan rilis produk.

Comments (0)

User