Memasuki bulan September 2026, umat Islam di seluruh penjuru Indonesia kembali diingatkan untuk mempersiapkan diri menyambut salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, yakni puasa Ayyamul Bidh. Ibadah yang rutin ditunaikan setiap pertengahan bulan dalam kalender Hijriah ini bukan sekadar bentuk pengabdian spiritual, melainkan juga wahana pembersihan jiwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kian dinamis.
Pelaksanaan puasa sunnah ini senantiasa menjadi momen yang paling dinantikan bagi kaum muslimin yang ingin meraih keberkahan berlipat ganda. Berdasarkan perhitungan kalender Islam, puasa Ayyamul Bidh pada September 2026 akan berlangsung pada pertengahan bulan Rabiul Akhir 1448 Hijriah, bertepatan dengan fase bulan purnama sempurna.
Keutamaan Agung di Balik Puasa Ayyamul Bidh
Secara etimologis, istilah Ayyamul Bidh bermakna "hari-hari putih". Penamaan ini merujuk pada kondisi malam hari pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam penanggalan Hijriah, di mana sinar bulan terpancar paling terang menerangi bumi. Di balik pesona alam tersebut, tersimpan keutamaan pahala yang sangat dahsyat bagi muslim yang menjalankannya.
Dalam hadis shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW memberikan wasiat khusus kepada para sahabatnya untuk tidak pernah meninggalkan puasa tiga hari di setiap bulan. Ganjaran yang dijanjikan pun sangat melimpah, yakni setara dengan pahala berpuasa selama setahun penuh.
"Melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan pahalanya disamakan dengan berpuasa sepanjang tahun. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT agar hamba-Nya meraih kebaikan berlipat ganda tanpa dibebani kesulitan," ungkap Ustadz Ahmad Fauzi, M.Ag., peneliti kajian keislaman saat diwawancarai Beritatercepat.com di Jakarta.
Jadwal Lengkap Puasa Ayyamul Bidh September 2026
Untuk mempermudah umat Islam dalam merencanakan agenda ibadahnya, berikut adalah rincian tanggal pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh untuk periode September 2026 berdasarkan estimasi kalender Kementerian Agama RI:
| Hari & Tanggal Masehi | Tanggal Hijriah | Keterangan |
|---|---|---|
| Jumat, 25 September 2026 | 13 Rabiul Akhir 1448 H | Hari Pertama Puasa Ayyamul Bidh |
| Sabtu, 26 September 2026 | 14 Rabiul Akhir 1448 H | Hari Kedua Puasa Ayyamul Bidh |
| Minggu, 27 September 2026 | 15 Rabiul Akhir 1448 H | Hari Ketiga Puasa Ayyamul Bidh |
Umat Islam disarankan untuk mencatat tanggal-tanggal penting ini agar tidak terlewat momen kebaikan tersebut, terutama karena hari pertama jatuh pada hari Jumat yang juga merupakan sayyidul ayyam atau hari paling mulia dalam sepekan.
Bacaan Niat dan Tata Cara Pelaksanaan
Sebagaimana ibadah puasa pada umumnya, niat merupakan rukun utama yang menentukan keabsahan amalan. Niat puasa Ayyamul Bidh dapat diucapkan di dalam hati atau dilafalkan secara lisan sejak malam hari hingga sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Berikut adalah lafaz niat puasa Ayyamul Bidh yang dapat dibaca:
"Nawaitu sauma aYYaamil bidhi sunnatan lillaahi ta'aala."
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta'ala."
Tata cara pelaksanaannya sama persis dengan puasa Ramadan atau puasa sunnah lainnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar (waktu Subuh) hingga tenggelamnya matahari (waktu Maghrib).
Dampak Positif bagi Kesehatan Tubuh dan Mental
Tidak hanya bernilai ibadah spiritual, puasa Ayyamul Bidh juga menyimpan beragam manfaat medis yang luar biasa. Berbagai studi ilmiah menunjukkan bahwa puasa berkala tiga hari berturut-turut mampu mengoptimalkan proses auto-fagi, yaitu mekanisme pembersihan sel-sel rusak dalam tubuh secara mandiri.
"Secara biologis, pembatasan asupan kalori secara berkala membantu peremajaan organ pencernaan serta menstabilkan emosi saat emosi dan cairan tubuh dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan purnama," jelas Dr. Rian Hidayat, praktisi kesehatan holistik.
Dengan memadukan niat yang tulus serta pemahaman akan keutamaan dan jadwalnya, ibadah puasa Ayyamul Bidh September 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penyucian diri yang berdampak nyata bagi kebaikan lahir maupun batin setiap muslim.
Comments (0)