JAKARTA — Suasana duka menyelimuti TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Selasa sore.
JK tiba pukul 14.30 WIB, hanya berselang satu jam setelah jenazah disemayamkan dari rumah duka di kawasan Menteng. Mengenakan kemeja putih dan peci hitam,
JK tiba pukul 14.30 WIB, hanya berselang satu jam setelah jenazah disemayamkan dari rumah duka di kawasan Menteng. Mengenakan kemeja putih dan peci hitam, mantan wapres dua periode itu langsung menuju tenda utama dan bertakziah kepada keluarga almarhum yang dipimpin oleh putra sulungnya. Tak butuh waktu lama, JK ikut dalam barisan pelayat menggotong keranda menuju liang lahat.
Kronologi Pemakaman dan Kehadiran JK
Prosesi pemakaman berlangsung cepat namun khidmat. Berikut poin-poin kunci yang terpantau tim Beritatercepat di lokasi:
- 13.45 WIB: Jenazah Rachmat Gobel diberangkatkan dari Rumah Sakit Medistra usai dishalatkan.
- 14.10 WIB: Ambulans tiba di TPU Karet Bivak, diiringi puluhan pelayat dari keluarga besar Golkar.
- 14.30 WIB: Jusuf Kalla tiba bersama ajudan, langsung menyampaikan belasungkawa ke istri almarhum, Siti Nurhajati Gobel.
- 15.00 WIB: Peti mati diturunkan ke liang lahat, JK ikut memegang tali penanda sebagai bentuk penghormatan terakhir.
- 15.15 WIB: Prosesi selesai, JK sempat berbincang dengan putra almarhum sebelum meninggalkan lokasi.
Tangis haru pecah saat peti mati ditutup tanah. Para pelayat melemparkan bunga dan air mawar, sementara lantunan doa menggema. Suasana menjadi semakin emosional ketika JK, yang dikenal dekat dengan keluarga besar Gobel sejak era Presiden BJ Habibie, meletakkan karangan bunga pribadi bertuliskan "Sahabat Seperjuangan, Selamat Jalan".
Pernyataan JK: Kehilangan Tokoh Penjaga Etika
Usai pemakaman, JK menyampaikan beberapa kalimat kepada awak media. Dengan suara pelan dan penuh penekanan, ia menyebut almarhum sebagai "salah satu putra terbaik bangsa yang jarang bicara, tetapi kerjanya nyata."
"Rachmat Gobel adalah figur langka di dunia politik kita. Di saat banyak orang bicara besar tapi minim aksi, beliau justru sebaliknya. Diam, bekerja, memberi hasil. Saya kehilangan adik, bangsa kehilangan teladan," ujar JK.
JK juga mengenang peran Rachmat Gobel saat keduanya bersama-sama mendorong kemandirian industri elektronik nasional pada dekade 1990-an. Saat itu, JK masih menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, sementara almarhum meneruskan tongkat estafet PT Gobel International dari sang ayah, Thayeb Mohammad Gobel.
"Beliau itu pengusaha yang tidak hanya mencari untung, tetapi juga memikirkan alih teknologi. Itu yang jarang dimiliki politisi atau pengusaha sekarang," tambah JK sebelum menutup pernyataannya.
Sosok Rachmat Gobel: Dari Pabrik ke Parlemen
Rachmat Gobel wafat di usia 62 tahun setelah dirawat intensif akibat komplikasi diabetes dan gangguan jantung. Lahir di Gorontalo pada 3 Januari 1963, ia adalah anak kedua dari pendiri perusahaan elektronik raksasa Nasional Gobel. Namanya melejit bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga politikus senior Golkar yang memegang teguh prinsip Tri Dharma partai.
- Menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2014–2019.
- Dipercaya menjadi Menteri Perdagangan era Presiden Joko Widodo (2019–2022).
- Pendiri Rachmat Gobel Foundation yang fokus pada pendidikan vokasi dan pemberdayaan petani.
- Menjadi anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar hingga akhir hayatnya.
Dalam dunia usaha, kontribusi terbesarnya adalah melanjutkan ekspansi PT Gobel yang kini memiliki lini produksi komponen otomotif dan alat kesehatan. Ia juga dikenal sebagai pelopor pengembangan komponen televisi nasional "TV Nasional" pada era 1980-an, menjadikan Indonesia basis manufaktur elektronik rumah tangga di Asia Tenggara.
Daftar Pelayat Penting yang Hadir
Selain JK, sejumlah pejabat dan tokoh nasional turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Duka mendalam terasa saat para pelayat saling melepas rindu sekaligus kehilangan.
- Airlangga Hartarto — Menko Perekonomian, Ketua Umum Golkar (hadir sejak rumah duka)
- Bambang Soesatyo — Ketua MPR RI, sesama alumni HMI dan kolega almarhum di DPR
- Fadel Muhammad — Wakil Ketua MPR, mantan Gubernur Gorontalo, teman seangkatan almarhum di Golkar
- Arsjad Rasjid — Mantan Ketua Kadin, hadir mewakili dunia usaha
- Rachmat Gobel Junior — Putra sulung, membacakan surat wasiat ayahandanya saat prosesi pemakaman
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat putra sulung almarhum, Rachmat Gobel Junior, membacakan pesan terakhir sang ayah. Dalam surat itu, almarhum berpesan agar anak-anaknya tetap menjaga kerukunan, mencintai Indonesia, dan melanjutkan perjuangan kemandirian industri nasional.
"Papa selalu bilang, kamu boleh gagal, tapi jangan pernah berhenti mencoba membuat Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri," ucap Rachmat Junior dengan suara bergetar, disambut isak tangis pelayat.
Pukul 15.30 WIB, area pemakaman mulai sepi. Para pelayat beranjak perlahan, meninggalkan pusara yang masih basah dengan taburan bunga. Di sudut makam, karangan bunga dari Presiden RI dan sejumlah duta besar negara sahabat turut memenuhi lahan, menandakan betapa besar pengaruh almarhum di kancah internasional.
Dengan wafatnya Rachmat Gobel, Partai Golkar kehilangan salah satu figur sentral yang menjadi jembatan antara dunia usaha dan politik. Sementara bagi JK, pemakaman ini bukan hanya seremoni kenegaraan, melainkan pelepasan seorang sahabat yang telah menempuh perjalanan panjang bersama sejak Orde Baru hingga era reformasi.
[SOCIAL_TWEET]: JK tak kuasa tahan haru saat ikut gotong keranda jenazah Rachmat Gobel di TPU Karet Bivak. "Rachmat adalah teladan etika politik," ujarnya. Selamat jalan, sahabat seperjuangan. #RachmatGobel #JusufKalla #GolkarBerkabung [SOCIAL_FB]: Suasana pemakaman Rachmat Gobel sore tadi berubah menjadi isak tangis saat putra sulungnya membacakan surat wasiat sang ayah. Jusuf Kalla hadir langsung, mengenang perjuangan almarhum membangun industri nasional. Baca selengkapnya di Beritatercepat. [SOCIAL_TG]: 🕊️ JK hadiri pemakaman Rachmat Gobel di TPU Karet Bivak. "Kehilangan teladan bangsa," kata JK. Momentum mengharukan saat putra sulung bacakan wasiat almarhum. [SOCIAL_THREADS]: JK datang mengenakan kemeja putih, lalu ikut memegang tali keranda Rachmat Gobel. Sunyi, tapi semua mata basah. Selamat jalan, Pak Rachmat. 🙏 [TAGS]: Jusuf Kalla, Rachmat Gobel, Pemakaman Rachmat Gobel, Partai Golkar, TPU Karet Bivak
Comments (0)