Sep 17, 2026
Hukum

JAKARTA — Riset Ungkap Aerosol Vape Meluruh Lebih Cepat Dibanding Asap Rokok

Debat mengenai dampak lingkungan antara perokok konvensional dan pengguna rokok elektrik (vape) kini memasuki babak baru. Selama bertahun-tahun, aerosol ya

JAKARTA — Riset Ungkap Aerosol Vape Meluruh Lebih Cepat Dibanding Asap Rokok

Debat mengenai dampak lingkungan antara perokok konvensional dan pengguna rokok elektrik (vape) kini memasuki babak baru. Selama bertahun-tahun, aerosol yang dihembuskan oleh pengguna vape kerap dianggap memiliki sifat fisika yang sama dengan asap pembakaran tembakau. Namun, serangkaian studi ilmiah terbaru mengenai dinamika partikel udara mengungkapkan fakta yang berbeda secara signifikan terkait durasi bertahan kedua zat tersebut di atmosfer ruangan.

Dalam lingkungan tertutup tanpa ventilasi buatan, emisi dari kedua produk ini menunjukkan perilaku fisika yang sangat kontras. Asap tembakau hasil pembakaran dapat bertahan melayang di udara hingga hitungan jam, sementara aerosol vape mengalami peluruhan dan penguapan yang jauh lebih cepat hanya dalam hitungan detik hingga menit.

Dinamika Partikel: Penguapan versus Pembakaran

Perbedaan mendasar ini berakar pada proses pembentukannya. Rokok konvensional bekerja melalui proses pembakaran tembakau pada suhu tinggi, yang menghasilkan partikel padat mikroskopis seperti tar, karbon monoksida, dan ribuan senyawa kimia beracun. Partikel padat ini sangat stabil di udara dan mudah menempel pada permukaan benda sekitar.

Sebaliknya, rokok elektrik beroperasi dengan cara memanaskan cairan yang mengandung propilen glikol, gliserin nabati, nikotin, dan perasa. Hasil pemanasan ini bukan merupakan asap, melainkan mikro-droplet cairan atau aerosol. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa droplet aerosol vape mengalami evaporasi cepat begitu bercampur dengan udara ambien.

Kriteria Analisis Asap Rokok Konvensional Aerosol Vape
Mekanisme Pembentukan Pembakaran (Combustion) Pemanasan (Vaporization)
Karakteristik Partikel Partikel padat & gas beracun Mikro-droplet cairan
Daya Tahan di Udara 30 hingga 45 Menit 10 hingga 30 Detik
Residu Permukaan (Third-hand) Tinggi dan bertahan lama Sangat rendah (Menguap)

Implikasi Paparan Lingkungan dan Perokok Pasif

Durasi keberadaan zat di udara sangat mempengaruhi tingkat risiko paparan bagi orang-orang di sekitar atau perokok pasif. Dalam uji eksperimen kualitas udara ruangan, asap rokok memerlukan waktu 30 hingga 45 menit untuk mengendap atau terurai sepenuhnya. Di sisi lain, massa uap dari aerosol vape ditemukan menyusut hingga 90 persen dalam waktu kurang dari 30 detik setelah dihembuskan.

"Aerosol vape terdiri dari tetesan cairan yang sangat mudah menguap saat bercampur dengan udara sekitar, sedangkan asap rokok konvensional mengandung mikropartikel padat hasil pembakaran yang tidak dapat menguap begitu saja," ungkap tim peneliti dalam laporan analisis kualitas udara indoor tersebut.

Residu Permukaan dan Kualitas Udara Tertutup

Fenomena ini juga berkaitan erat dengan masalah paparan residu pihak ketiga (third-hand exposure). Asap tembakau meninggalkan lapisan lengket beracun pada dinding, furnitur, dan pakaian yang dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Sementara itu, kandungan propilen glikol dan gliserin pada aerosol vape cenderung menguap ke fase gas tanpa menyisakan akumulasi partikel padat yang berbahaya dalam jangka panjang.

Meskipun demikian, para ahli kesehatan menegaskan bahwa aerosol vape tetap mengandung nikotin dan senyawa organik volatil yang memerlukan kewaspadaan. Kendati tingkat bertahannya di udara jauh lebih singkat, penggunaan vape di dalam ruang tertutup yang melibatkan kelompok rentan seperti anak-anak dan wanita hamil tetap tidak direkomendasikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User