Sep 18, 2026
Hukum

JAKARTA — Psikolog Ungkap Ciri Hubungan Teman Cadangan yang Merugikan

Malam minggu yang sepi tiba-tiba terganggu oleh denting notifikasi ponsel. Sebuah pesan singkat masuk pukul delapan malam dari seorang kawan yang sudah ber

JAKARTA — Psikolog Ungkap Ciri Hubungan Teman Cadangan yang Merugikan

Malam minggu yang sepi tiba-tiba terganggu oleh denting notifikasi ponsel. Sebuah pesan singkat masuk pukul delapan malam dari seorang kawan yang sudah berbulan-bulan tidak memberi kabar, mengajak berkumpul secara mendadak. Kedengarannya seperti kejutan yang menyenangkan, namun dalam kacamata psikologi sosial, dinamika ini sering kali menyimpan fakta pahit: Anda mungkin hanya diposisikan sebagai "teman cadangan" (backup friend).

Dinamika pertemanan asimetris ini kini menjadi sorotan para praktisi kesehatan mental. Banyak individu tidak menyadari bahwa mereka terjebak dalam hubungan yang tidak setara, di mana kehadiran mereka hanya dibutuhkan untuk mengisi kekosongan waktu atau menggantikan rencana lain yang batal di menit-menit terakhir.

Pola Komunikasi "Jam Sepi" dan Ajakan Mendadak

Para ahli psikologi menyebutkan bahwa status seseorang dalam hierarki pertemanan dapat dibaca dari pola komunikasi dan intensitas interaksi. Seorang teman cadangan biasanya hanya akan dihubungi pada momen-momen dengan tingkat aktivitas rendah atau off-peak hours, ketika orang tersebut tidak memiliki opsi hiburan lain yang dianggap lebih menarik.

Ciri paling menonjol dari fenomena ini adalah ajakan yang selalu bersifat serba mendadak (last-minute invitations). Pola ini umumnya terjadi persis setelah rencana utama individu tersebut dengan prioritas utamanya mengalami pembatalan.

"Ketika seseorang hanya mengingat Anda saat rencana utamanya gagal, itu adalah indikator kuat dari ketidakseimbangan hierarki emosional. Hubungan yang sehat dibangun di atas fondasi prioritas mutual, bukan sekadar memanfaatkan waktu luang yang tersisa," ujar Dr. Alisia Rahma, M.Psi., seorang psikolog relasi berbasis di Jakarta.

Membedakan Teman Sejati dan Teman Cadangan

Untuk menilai apakah sebuah pertemanan berjalan secara seimbang atau tidak, penting untuk mengamati konsistensi perilaku dalam jangka panjang. Berikut adalah perbandingan pola interaksi antara pertemanan yang sehat dengan hubungan yang berjarak menurut analisis psikologi sosial:

Indikator Hubungan Teman Sejati (Mutual) Teman Cadangan (Asimetris)
Waktu Perencanaan Direncanakan jauh-jauh hari secara matang. Selalu mendadak (last-minute) di jam sepi.
Inisiatif Komunikasi Dua arah, konsisten, dan saling bertanya kabar. Satu arah, intens hanya saat membutuhkan penampung.
Nilai Kehadiran Dihargai sebagai prioritas utama. Sekadar pelengkap agar tidak terlihat sendirian.

Dampak Kesehatan Mental dan Batas Emosional

Menjadi pilihan kedua secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis seseorang. Rasa tidak dihargai, cemas, hingga penurunan rasa percaya diri adalah dampak nyata yang sering dialami oleh korban pertemanan serba mendadak ini. Tidak jarang, seseorang bertahan dalam posisi ini karena terjebak dalam pola people pleasing—merasa takut kehilangan teman jika menolak ajakan tersebut.

Para psikolog menyarankan pentingnya menetapkan batas diri yang tegas (personal boundaries). Menolak ajakan mendadak secara halus bukan bentuk permusuhan, melainkan langkah krusial untuk menguji apakah kawan tersebut benar-benar menghargai keberadaan Anda atau hanya memanfaatkan ketersediaan waktu Anda.

"Menghargai kesehatan mental sendiri berarti berani menolak untuk terus dijadikan opsi cadangan bagi orang yang hanya menjadikan Anda pilihan terakhir," pungkas Dr. Alisia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User