Sep 17, 2026
Hukum

JAKARTA — Pertamina Sepakati Kontrak Pengelolaan Migas Non Konvensional Rokan

Langkah berani dan terukur kembali ditunjukkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku bagian dari Subholding Upstream Pertamina dalam menjaga stabilitas

JAKARTA — Pertamina Sepakati Kontrak Pengelolaan Migas Non Konvensional Rokan

Langkah berani dan terukur kembali ditunjukkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku bagian dari Subholding Upstream Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Melalui anak usahanya, PT PHE Rokan Nonkonvensional, perusahaan secara resmi menandatangani Kontrak Bagi Hasil (KBH) Migas Non Konvensional (MNK) Rokan. Kesepakatan strategis ini digadang-gadang bakal menjadi kunci utama dalam membuka tabir potensi cadangan minyak dan gas bumi baru di kawasan yang selama ini dikenal sebagai raksasa produksi migas Indonesia.

Penandatanganan KBH ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah lompatan besar dalam merespons kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat pesat di tengah tantangan laju penurunan alami produksi dari sumur-sumur tua. Langkah ini menandai era baru pengelolaan Blok Rokan di Provinsi Riau, di mana eksplorasi tidak lagi hanya berfokus pada reservoir konvensional, tetapi mulai merambah formasi batuan induk (shale) yang membutuhkan teknologi tingkat tinggi. Kehadiran PT PHE Rokan Nonkonvensional menjadi kendaraan utama Pertamina untuk mengeksekusi komitmen kerja pasti di wilayah kerja tersebut.

Terobosan Teknologi Eksplorasi Migas Non Konvensional

Pengelolaan migas non konvensional memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan dengan migas konvensional pada umumnya. Di wilayah kerja Rokan, cadangan hidrokarbon terperangkap dalam lapisan batuan berpermeabilitas rendah yang membutuhkan pendekatan teknis khusus. Untuk memproduksi migas dari formasi rapat ini, diperlukan perpaduan teknologi pengeboran sumur horisontal secara presisi dan teknik perekahan hidrolik multi-tahap (multi-stage hydraulic fracturing).

Menurut analisis para pakar energi, potensi MNK di Blok Rokan merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Keberhasilan evaluasi awal dan sumur eksplorasi yang telah ditajak sebelumnya menjadi bukti sah bahwa reservoir hidrokarbon non-konvensional di Riau memiliki nilai keekonomian yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan secara masif.

Indikator Perbandingan Migas Konvensional Rokan Migas Non Konvensional (MNK) Rokan
Karakteristik Batuan Reservoir Permeabilitas tinggi, pori batuan besar Permeabilitas sangat rendah (tight rock/shale)
Teknologi Utama Ekstraksi Pengeboran vertikal & pendorongan alami/waterflood Pengeboran horisontal & perekahan hidrolik
Peran Strategis Produksi Menahan laju penurunan alami (decline rate) Membuka sumber pertumbuhan cadangan baru

Akselerasi Target Produksi 1 Juta Barel Minyak

Pemerintah Indonesia telah menetapkan visi ambisius untuk mencapai target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas bumi sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030. Pengembangan MNK Rokan menjadi salah satu pilar vital yang diharapkan menyumbang porsi signifikan dalam pencapaian target raksasa tersebut.

"Pengembangan MNK Rokan adalah simbol keberanian industri hulu migas nasional untuk keluar dari zona nyaman. Kami yakin terobosan teknologi dan investasi berkelanjutan ini akan membawa Indonesia kembali pada akselerasi produksi migas yang tangguh,"

Manajemen PHR menegaskan bahwa eksekusi program MNK ini akan dijalankan dengan mengedepankan prinsip keselamatan kerja tertinggi serta perlindungan lingkungan hidup yang ketat. Mobilisasi peralatan canggih dan integrasi data geologi modern terus dimaksimalkan demi menjamin tingkat keberhasilan pengeboran yang tinggi serta efisiensi biaya operasional.

Dampak Ekonomi dan Transfer Teknologi Bagi Daerah

Selain berdampak langsung pada ketahanan energi nasional, aktivitas investasi PT PHE Rokan Nonkonvensional di Provinsi Riau dipastikan memberi efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan vendor nasional, serta peningkatan potensi pendapatan daerah menjadi manfaat nyata yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Proyek ini sekaligus menjadi ajang alih teknologi berharga bagi perwira-perwira muda Pertamina dan insinyur lokal. Dengan menguasai teknik pengelolaan MNK, Indonesia tidak hanya bergantung pada keahlian luar negeri, melainkan mampu membangun kapabilitas mandiri dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri secara efisien dan berkelanjutan.

Langkah ini menjadi era baru eksplorasi migas di Riau dengan memanfaatkan teknologi pengeboran canggih demi mengejar target 1 Juta BOPD pada 2030. Simak analisis selengkapnya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User