Sep 18, 2026
Hukum

Jakarta — Menteri PPPA Tegaskan Program RBI Merupakan Gerakan Kolaboratif Desa

Suara tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menggema di tengah helatan Rapat Koordinasi Pengendalian In

Jakarta — Menteri PPPA Tegaskan Program RBI Merupakan Gerakan Kolaboratif Desa

Suara tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menggema di tengah helatan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (14/9/2026). Dalam kesempatan strategis tersebut, beliau memaparkan arah baru penguatan kesejahteraan masyarakat tingkat tapak melalui peluncuran inisiatif Ruang Bersama Indonesia (RBI). Inisiatif ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebuah gerakan kolaboratif berkelanjutan yang berakar kuat di tingkat desa dan kelurahan seluruh Tanah Air.

Bukan Pembangunan Fisik, Melainkan Platform Kolaborasi

Di tengah kekhawatiran publik mengenai tumpang-tindihnya program pemerintah di daerah, Menteri PPPA meluruskan miskonsepsi mengenai keberadaan RBI. Beliau menegaskan bahwa gerakan ini sama sekali tidak melibatkan pembangunan infrastruktur fisik baru maupun proyek gedung yang memakan anggaran besar. Sebaliknya, RBI hadir sebagai wadah pemersatu atau integrator untuk menyatukan simpul-simpul potensi lokal yang selama ini bergerak secara terpisah.

"RBI adalah gerakan dan platform kolaborasi. Mengintegrasikan berbagai program, potensi, sumber daya, layanan, dan aktor yang sebenarnya sudah ada di tingkat desa dan kelurahan," tegas Menteri Arifatul Choiri Fauzi di hadapan para pemangku kepentingan daerah.

Melalui skema ini, pemerintah daerah dan elemen masyarakat tidak perlu membuat struktur baru dari nol. Seluruh fasilitas publik, kader desa, serta program pemberdayaan yang telah berjalan akan dikonsolidasikan dalam satu naungan gerakan yang lebih terarah dan terukur.

Tiga Pilar Utama dan Efisiensi Program Desa

Penguatan kelembagaan desa melalui RBI mengusung tiga fokus strategis yang saling menopang secara utuh: tata kelola responsif gender, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta sistem perlindungan anak terpadu. Dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, setiap desa diberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan implementasi RBI sesuai karakteristik dan kebutuhan spesifik masyarakat setempat.

Berikut adalah perbandingan pendekatan antara program pembangunan konvensional dengan konsep integratif yang diusung oleh Ruang Bersama Indonesia (RBI):

Aspek Pendekatan Program Konvensional Ruang Bersama Indonesia (RBI)
Alokasi Sumber Daya Berfokus pada fisik & gedung baru Optimalisasi fasilitas & SDM yang ada
Pola Kerja Sektoral dan terpisah-pisah Kolaboratif dan terintegrasi lintas aktor
Basis Pelaksanaan Top-down dari pusat Berbasis desa & kearifan lokal

Dampak Langsung Bagi Kesejahteraan Keluarga

Langkah menyinergikan program berperspektif perempuan dan anak ini diyakini mampu melipatgandakan dampak positif bagi ketahanan keluarga di Indonesia. Ketika perempuan berdaya secara ekonomi dan anak-anak mendapatkan perlindungan yang optimal di lingkungan terdekatnya, stabilitas sosial-ekonomi di tingkat desa akan terbangun secara alami dan kokoh.

"Pendekatan yang menyentuh akar rumput dengan menghormati kearifan lokal adalah kunci utama terciptanya perubahan sosial yang bermakna dan berkesinambungan," tambah Arifatul dengan penuh rasa optimistis.

Ke depan, Kementerian PPPA berharap seluruh elemen pemerintah daerah, aparat desa, hingga organisasi kemasyarakatan dapat bergerak aktif mengawal gerakan RBI. Sinergi ini diharapkan menjadi roda penggerak utama dalam mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak secara merata dari pinggiran hingga ke kota-kota besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User