Sep 17, 2026
Nasional

Jakarta — Mentan Amran Sulaiman Patok Target Swasembada Pangan 2026

JAKARTA, Beritatercepat.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar konferensi pers krusial di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan),

Jakarta — Mentan Amran Sulaiman Patok Target Swasembada Pangan 2026

JAKARTA, Beritatercepat.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar konferensi pers krusial di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, pada Selasa (15/9/2026). Dalam keterangannya di hadapan media, Mentan memaparkan peta jalan (roadmap) percepatan swasembada pangan nasional yang ditargetkan tercapai secara penuh dalam waktu singkat. Pemerintah secara resmi menaikkan target produksi beras nasional menjadi 35 juta ton pada tahun anggaran berjalan, didorong oleh alokasi anggaran infrastruktur pertanian yang meningkat signifikan.

Langkah tegas ini diambil sebagai respon terhadap dinamika iklim global dan fluktuasi harga komoditas di pasar internasional. Amran menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok masyarakat. "Kedaulatan pangan adalah martabat bangsa. Kita sudah menyiapkan skenario komprehensif mulai dari penyediaan air melalui penguatan program pompanisasi hingga penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran," ujar Mentan Amran di hadapan puluhan awak media.

Pilar Utama Percepatan Swasembada Pangan 2026

Kementerian Pertanian telah menyusun tiga pilar utama untuk memastikan capaian target produksi pangan dapat terealisasi tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. Pilar pertama difokuskan pada optimalisasi lahan rawa dan cetak sawah baru seluas 1 juta hektar yang tersebar di beberapa daerah strategis seperti Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, dan Papua Selatan. Pilar kedua mencakup modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan efisiensi saat proses tanam dan panen.

Sementara itu, pilar ketiga menargetkan keterlibatan generasi muda secara masif melalui efisiensi program Petani Milenial. Kementan mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 30 triliun untuk mendukung modernisasi sistem pertanian ini dari sektor hulu hingga hilir. "Pertanian tidak lagi identik dengan kemelaratan. Kita ubah menjadi sektor bisnis modern yang menguntungkan dengan sentuhan teknologi digital," tambah Amran secara optimistis.

Analisis Komparatif Target Kinerja Kementerian Pertanian

Untuk memberikan gambaran terukur mengenai lonjakan kinerja pemerintah dalam memacu produksi nasional, berikut adalah perbandingan indikator utama sektor pertanian antara realisasi tahun sebelumnya dan target tahun 2026:

Indikator Utama Capaian 2025 Target 2026
Produksi Beras Nasional 31,2 juta ton 35,0 juta ton
Luas Cetak Sawah Baru 300 ribu ha 1,0 juta ha
Alokasi Pupuk Subsidi 6,5 juta ton 9,5 juta ton
Anggaran Alsintan & Air Rp 18 Triliun Rp 30 Triliun

Tahapan Implementasi dan Antisipasi Krisis Iklim

Dalam skenario pelaksanaan program nasional ini, Kementan membagi urutan kerja ke dalam tiga tahapan kronologis guna memastikan pengawasan ketat dan terukur di lapangan:

  1. Tahap I (Kuartal I): Distribusi massal pompa air ke daerah rawan kekeringan serta verifikasi data penerima pupuk subsidi berbasis NIK agar tidak meleset.
  2. Tahap II (Kuartal II-III): Pelaksanaan penanaman serentak di lahan optimalisasi rawa dan pengoperasian alsintan modern skala besar untuk menekan angka kehilangan hasil panen (loss rate).
  3. Tahap III (Kuartal IV): Evaluasi hasil panen raya nasional dan pembentukan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton di gudang-gudang Perum Bulog.

Para pengamat pertanian menyambut positif penguatan insentif dan strategi ini. "Langkah percepatan yang digagas Kementerian Pertanian sangat ambisius namun realistis, terutama jika pengawasan distribusi pupuk dan suplai air berjalan lancar tanpa terhambat birokrasi daerah," ungkap pakar ketahanan pangan nasional. Keberhasilan skenario ini diyakini bakal memperkokoh ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan strategi percepatan produksi pangan nasional dengan alokasi anggaran Rp 30 Triliun. Target produksi beras dipatok hingga 35 juta ton. Baca selengkapnya di Beritatercepat.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User