JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang sebelumnya diperuntukkan bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Para peserta ini merupakan calon pengelola atau manajer untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Sebagai gantinya, pendekatan pelatihan kini diubah secara fundamental menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Keputusan strategis ini diambil setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kurikulum pembelajaran yang berjalan. Evaluasi ini tidak terlepas dari

Jul 06, 2026 - 13:25
0 0
JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang sebelumnya diperuntukkan bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Para peserta ini merupakan calon pengelola atau manajer untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Sebagai gantinya, pendekatan pelatihan kini diubah secara fundamental menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Keputusan strategis ini diambil setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kurikulum pembelajaran yang berjalan. Evaluasi ini tidak terlepas dari insiden tragis yang menewaskan lima orang peserta latsarmil pada beberapa waktu lalu, yang menjadi titik balik bagi Kemhan untuk merombak total format pelatihan bagi para sarjana tersebut.

Penyesuaian Terminologi dan Pendekatan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangannya kepada media kami, Selasa (30/6/2026), menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama. “Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan latsarmil lagi,” ujarnya tegas.
"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan latsarmil lagi."
Dengan penyesuaian ini, Brigjen Rico memastikan bahwa porsi aktivitas fisik berat dan materi pelatihan yang berkaitan langsung dengan kemiliteran akan dikurangi secara signifikan. Fokus pelatihan dialihkan dari pembentukan fisik ala militer menuju penguatan wawasan kebangsaan serta kemampuan manajerial yang dibutuhkan para lulusan dalam mengelola koperasi di tingkat desa dan nelayan.

Respons atas Tragedi dan Fokus Baru Pelatihan

Langkah cepat Kemhan ini merupakan respons langsung untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh peserta pelatihan di masa mendatang. Kurikulum baru akan lebih menitikberatkan pada pembangunan karakter disiplin, cinta tanah air dalam kerangka bela negara non-fisik, serta pembekalan keahlian praktis dalam tata kelola kelembagaan dan bisnis koperasi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan SPPI yang akan diterjunkan untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih, bukan sebagai satuan militer. Program SPPI sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan dari pinggiran, dengan menempatkan para sarjana sebagai motor penggerak di sektor koperasi. Dengan format latihan yang telah disesuaikan, diharapkan para calon manajer ini mendapatkan bekal yang lebih relevan dan proporsional dengan peran yang akan mereka emban di masyarakat, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dalam proses pembekalannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User