Sep 18, 2026
Nasional

JAKARTA — Gubernur Pramono Resmikan Gedung PMI untuk Perkuat Layanan Darah

Derap langkah para relawan dan pejabat publik berpadu dalam suasana khidmat di kawasan Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta, Pramo

JAKARTA — Gubernur Pramono Resmikan Gedung PMI untuk Perkuat Layanan Darah

Derap langkah para relawan dan pejabat publik berpadu dalam suasana khidmat di kawasan Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan gedung baru Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta. Kehadiran sarana dan prasarana terpadu ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya memperkuat infrastruktur kesehatan publik, memodernisasi tata kelola donor darah, serta mempercepat respons tanggap darurat bencana di ibu kota.

Gedung megah lima lantai ini didesain tidak hanya sebagai pusat administrasi, melainkan juga sebagai hub logistik kemanusiaan canggih yang terintegrasi. Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa kebutuhan akan suplai darah yang stabil dan layanan kemanusiaan yang sigap adalah fondasi penting bagi kota metropolitan sebesar Jakarta. Kebutuhan darah di DKI Jakarta mencapai rata-rata 1.000 hingga 1.200 kantong per hari, sebuah tantangan besar yang memerlukan fasilitasi teknologi modern dan kenyamanan bagi para pendonor.

Modernisasi Fasilitas dan Aksesibilitas Layanan

Gedung baru PMI DKI Jakarta dilengkapi dengan laboratorium pemrosesan darah mutakhir yang mampu menyaring dan memilah komponen darah secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, fasilitas pendingin (cold storage) berkapasitas besar kini mampu menampung puluhan ribu kantong darah dengan sistem pemantauan suhu otomatis selama 24 jam penuh untuk menjaga kualitas ketersediaan darah bagi rumah sakit di seluruh Jabodetabek.

Ruang pelayanan donor darah juga dirancang dengan konsep ramah pengunjung, memberikan kenyamanan ekstra agar semakin banyak warga Jakarta yang tergerak untuk mendonorkan darahnya secara rutin. Pemprov DKI Jakarta bersama pengurus PMI optimis bahwa modernisasi ini akan menekan potensi kelangkaan stok darah, terutama saat momen-momen kritis seperti bulan Ramadan atau musim libur panjang.

Fasilitas / Layanan Gedung Lama Gedung Baru Modern
Kapasitas Storage Darah ~15.000 Kantong >35.000 Kantong
Waktu Pemrosesan Lab 4 - 6 Jam 1 - 2 Jam (Otomatisasi)
Pusat Kendali Bencana Konvensional Integrated Command Center 24/7

Komitmen Kemanusiaan dan Tanggap Darurat Bencana

Selain fokus pada penyediaan darah, gedung PMI DKI Jakarta yang baru memuat Command Center penanggulangan bencana yang terintegrasi langsung dengan sistem Jakarta Emergency Response (Jakarta Siaga 112). Kehadiran pusat kendali ini memungkinkan relawan PMI untuk merespons laporan bencana—seperti banjir, kebakaran pemukiman, dan situasi darurat medis—secara lebih terkoordinasi dan presisi.

"Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik yang berdiri megah, melainkan simbol kehadiran negara dan rasa kemanusiaan warga Jakarta. Kita ingin memastikan setiap tetes darah yang didonorkan dapat tersalurkan dengan cepat, aman, dan efisien kepada warga yang membutuhkan," ujar Gubernur Pramono Anung saat meresmikan fasilitas tersebut.

Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa transformasi sarana ini merupakan wujud nyata kemitraan strategis dengan Pemprov DKI Jakarta. "Kami bercita-cita menjadikan PMI DKI Jakarta sebagai salah satu pusat layanan kemanusiaan percontohan terbaik di Asia Tenggara," ungkapnya di hadapan para undangan.

Mendorong Partisipasi Generasi Muda dan Digitalisasi

Langkah strategis lain yang dihadirkan dalam pengoperasian gedung baru ini adalah penerapan sistem pemesanan dan pemantauan stok darah berbasis aplikasi digital. Generasi muda Jakarta kini dapat dengan mudah mengecek ketersediaan stok golongan darah tertentu serta mendaftarkan diri sebagai pendonor tanpa harus mengantre lama.

Dengan diresmikannya gedung ini, Pemprov DKI Jakarta berharap budaya mendonorkan darah dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban modern. Integrasi antara fasilitas fisik yang mumpuni, teknologi digital, dan jiwa gotong royong warga diyakini akan menjadi benteng pertahanan kemanusiaan yang kokoh bagi Jakarta di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User