Sep 18, 2026
Hukum

[JAKARTA] — DPR Soroti Rantai Dingin Terbatas Penyebab Nelayan Masih Miskin

BERITATERCEPAT.COM, JAKARTA — Potensi kekayaan maritim Indonesia yang melimpah ruah hingga kini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahter

[JAKARTA] — DPR Soroti Rantai Dingin Terbatas Penyebab Nelayan Masih Miskin

BERITATERCEPAT.COM, JAKARTA — Potensi kekayaan maritim Indonesia yang melimpah ruah hingga kini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan para nelayan di tanah air. Berdasarkan data sektor perikanan nasional, pendapatan rata-rata nelayan Indonesia saat ini masih bertahan di kisaran Rp2,5 juta per orang per bulan. Angka tersebut dinilai jauh dari kata ideal untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum sebuah keluarga.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif. Tata kelola sektor perikanan nasional dinilai masih memiliki celah mendasar, terutama dalam menjaga stabilitas mutu serta nilai jual hasil tangkapan nelayan dari laut hingga ke tangan konsumen akhir.

Ketimpangan Pendapatan dan Standardisasi Hidup Nelayan

Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, menguraikan perhitungannya terkait ambang batas kesejahteraan nelayan. Jika merujuk pada standar garis kemiskinan Badan Pusat Statistik (BPS) yang berada di kisaran Rp1,1 juta per jiwa per bulan, maka pola pendapatan nelayan saat ini memerlukan koreksi total.

Dengan asumsi satu orang nelayan sebagai tulang punggung utama yang menopang empat anggota keluarga, maka sebuah keluarga nelayan membutuhkan pendapatan akumulatif sekurang-kurangnya Rp4,4 juta per keluarga per bulan agar dapat keluar dari garis kerentanan ekonomi.

"Harusnya minimum pasungan pendapatan nelayan itu minimal Rp4,4 juta. Ini masih Rp2,5 juta. Jadi masih ada sesuatu yang salah dengan cara kita memanajemen perikanan," tegas Rokhmin saat menyampaikan pandangannya dalam Seminar Penguatan Rantai Dingin di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.

Berikut adalah tabel perbandingan antara kondisi riil tingkat ekonomi nelayan saat ini dengan standar ideal kesejahteraan berbasis kriteria BPS:

Indikator Ekonomi Nelayan Kondisi Riil Saat Ini Standar Kelayakan Ideal
Pendapatan Rata-rata Nelayan / Bulan Rp2.500.000 Rp4.400.000
Garis Kemiskinan BPS (per Jiwa) Rp1.100.000 -
Asumsi Tanggungan Keluarga 4 Orang 4 Orang
Ketersediaan Infrastruktur Rantai Dingin Sangat Terbatas & Belum Merata Tersedia Lengkap di Sentra Nelayan

Krisis Infrastruktur Rantai Dingin Perikanan

Permasalahan mendasar rendahnya tingkat pendapatan nelayan tidak semata-mata bersumber dari kuantitas hasil tangkapan di laut. Problem utama justru terletak pada manajemen pascapanen yang minim fasilitas pendingin pendukung. Ikan merupakan komoditas bernilai tinggi namun memiliki sifat cepat membusuk (highly perishable) jika tidak ditangani dengan perlakuan suhu rendah yang konsisten.

Keterbatasan sarana pendingin (cold chain) memicu beberapa hambatan kritis di lapangan:

  • Penurunan Mutu Tangkapan: Kualitas keharuman dan kesegaran daging ikan merosot drastis sebelum sampai di pelabuhan.
  • Depresiasi Harga Jual: Akibat mutu yang merosot, pedagang atau tengkulak menawar hasil tangkapan nelayan dengan harga yang sangat rendah.
  • Tingginya Angka Waste: Sebagian hasil tangkapan terbuang sia-sia karena mengalami pembusukan sebelum sempat masuk ke rantai distribusi pasar.

Solusi Strategis Melalui Kampung Nelayan Merah Putih

Untuk menutupi mata rantai yang hilang tersebut, penguatan sistem rantai dingin diintegrasikan ke dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah integratif ini diproyeksikan menjadi pendorong utama ketahanan pangan berbasis maritim sekaligus alat pembuka jalan peningkatan taraf hidup nelayan.

Pemerintah bersama pemangku kepentingan didorong untuk memprioritaskan pembangunan pabrik es, fasilitas cold storage terjangkau, serta moda transportasi berpendingin langsung di pusat-pusat permukiman nelayan. Melalui pemenuhan infrastruktur pendingin ini, nilai tambah ikan tangkapan dapat dipertahankan secara optimal sehingga daya tawar ekonomi nelayan di pasar perikanan nasional meningkat signifikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User