Sep 19, 2026
Nasional

JAKARTA — BMKG Imbau Tiap Keluarga Siapkan Tas Siaga Bencana

Suasana mencekam kerap kali menyelimuti wilayah Indonesia saat gempa bumi, banjir bandang, hingga letusan gunung berapi datang tanpa peringatan dini. Berad

JAKARTA — BMKG Imbau Tiap Keluarga Siapkan Tas Siaga Bencana

Suasana mencekam kerap kali menyelimuti wilayah Indonesia saat gempa bumi, banjir bandang, hingga letusan gunung berapi datang tanpa peringatan dini. Berada tepat di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), wilayah Nusantara menjadi salah satu area paling rawan bencana alam di dunia. Kejadian bencana seperti Tsunami Aceh 2004 hingga gempa Cianjur beberapa waktu lalu menjadi pengingat pahit betapa pentingnya kesiapsiagaan dalam hitungan detik. Ketika infrastruktur lumpuh total dan bantuan logistik belum tiba, ketahanan hidup sebuah keluarga sangat bergantung pada persiapan yang dilakukan jauh sebelum bencana itu terjadi.

Urgensi Kesiapsiagaan Mandiri dan Pertolongan 72 Jam Pertama

Para ahli penanggulangan bencana menekankan konsep "Golden Time" atau 72 jam pertama pascabencana. Dalam rentang waktu kritis ini, korban sering kali harus bertahan hidup secara mandiri sebelum tim pencari dan penyelamat (SAR) berhasil menembus lokasi terdampak. Oleh karena itu, keberadaan tas siaga bencana (emergency kit/go-bag) menjadi sarana krusial yang dapat menentukan batas antara hidup dan mati.

"Kunci utama keselamatan saat terjadi bencana besar bukan hanya kecepatan evakuasi, melainkan ketahanan diri dalam 72 jam pertama. Memiliki tas darurat yang siap pakai di setiap rumah tangga adalah bentuk investasi keselamatan yang tidak bisa ditawar lagi," tegas Dr. Hendra Wijaya, pakar manajemen risiko bencana.
Kategori Kebutuhan Komponen Utama Durasi Ketahanan
Nutrisi & Hidrasi Air minum & makanan siap saji Minimal 3 hari (72 jam)
Kesehatan & Higienis Kotak P3K & perlengkapan sanitasi Penggunaan darurat berulang
Komunikasi & Navigasi Radio engkol, peluit, & dokumen penting Kondisi tanpa listrik

14 Barang Wajib dalam Tas Siaga Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci setidaknya ada 14 barang vital yang harus dikemas rapi di dalam satu tas ransel tahan air (waterproof) untuk setiap anggota keluarga:

  • Air Minum Kemasan: Sediakan minimal 3 liter air per orang untuk kebutuhan konsumsi selama tiga hari.
  • Makanan Tahan Lama: Makanan siap saji berkalori tinggi seperti biskuit, makanan kaleng, dan protein bar yang tidak memerlukan proses memasak.
  • Kotak P3K Lengkap: Berisi obat-obatan pribadi, perban, antiseptik, kasa steril, dan plester cedera.
  • Senter dan Baterai Cadangan: Penerangan utama saat jaringan listrik daerah mengalami pemadaman total.
  • Radio Portabel (Engkol/Baterai): Alat utama penerima informasi evakuasi saat jaringan seluler terputus.
  • Peluit Darurat: Alat bantu berfrekuensi tinggi untuk memberi sinyal posisi kepada tim SAR jika tertimbun reruntuhan.
  • Dokumen-Dokumen Penting: Salinan ijazah, sertifikat rumah, KTP, KK, dan polis asuransi yang dimasukkan ke dalam wadah kedap air.
  • Uang Tunai Pecahan Kecil: Transaksi darurat ketika mesin ATM dan layanan perbankan digital tidak beroperasi.
  • Pakaian Ganti Lengkap: Termasuk pakaian dalam, jaket tebal, dan kaus kaki untuk menjaga suhu tubuh dari hipotermia.
  • Jas Hujan / Ponco: Perlindungan dari paparan hujan deras dan cuaca ekstrem saat proses evakuasi outdoor.
  • Alat Kebersihan Diri: Sabun cair, sikat gigi, masker medis, dan tisu basah guna mencegah penyebaran infeksi penyakit.
  • Pisau Lipat Serbaguna (Multitool): Alat multifungsi untuk memotong tali, membuka kaleng, atau tindakan perbaikan darurat.
  • Powerbank / Charger Engkol: Sumber daya cadangan untuk memastikan perangkat komunikasi tetap dapat digunakan.
  • Perlengkapan Tambahan Khusus: Kebutuhan spesifik seperti susu bayi, popok, atau obat-obatan khusus lansia.

Strategi Perawatan dan Penempatan Tas Darurat

Memiliki tas siaga bencana saja tidak cukup jika penempatannya tidak strategis. Para pakar menyarankan agar tas ini diletakkan di area yang mudah dijangkau saat jalur evakuasi dibuka, seperti di dekat pintu keluar rumah atau di samping tempat tidur. "Kepanikan saat gempa sering kali membuat orang lupa membawa barang penting. Tas harus berada di titik refleks evakuasi," tambah Hendra.

Selain itu, pemeriksaan berkala secara rutin setiap 6 bulan sekali sangat dianjurkan. Hal ini bertujuan untuk mengecek tanggal kedaluwarsa makanan, minuman, dan obat-obatan, serta memastikan baterai peralatan elektronik tidak mengalami kebocoran yang merusak perangkat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User