JAKARTA — Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran

PELATNAS PBSI, CIPAYUNG — Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani Rahayu, secara mengejutkan membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya. Sa

Jul 09, 2026 - 06:50
0 0
JAKARTA — Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran

PELATNAS PBSI, CIPAYUNG — Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani Rahayu, secara mengejutkan membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya. Sang juara memutuskan untuk meninggalkan sektor yang membesarkan namanya, ganda putri, dan memilih berlabuh di sektor ganda campuran. Keputusan besar ini resmi diumumkan di Pelatnas PBSI, Cipayung, pada Rabu (8/7/2026).

Perombakan radikal ini bukan isapan jempol belaka. PP PBSI langsung bergerak cepat memasangkan Apriyani dengan salah satu pemain muda potensial, Dejan Ferdinansyah. Duet anyar ini diprediksi bakal menjadi daya tarik baru sekaligus ancaman serius di papan atas ranking BWF, mengingat pengalaman dan insting membunuh Apriyani di depan net.

Kronologi Keputusan: Momen Titik Balik Sang Juara

Keputusan alih sektor ini tidak diambil dalam semalam. Rangkaian evaluasi mendalam dan hasil minor pasca-Olimpiade Paris 2024 menjadi katalis utama. Berikut linimasa yang mengantarkan peraih emas pertama ganda putri Indonesia itu ke pelabuhan baru:

  1. Fase Pasca-Olimpiade Paris 2024 — Setelah gagal mempertahankan performa emas di panggung tertinggi, Apriyani dan tim pelatih mulai melakukan kajian menyeluruh terhadap arah kariernya. Performa fluktuatif di ganda putri menjadi catatan merah.
  2. Hasil Minor di Macau Open — Turnamen ini menjadi batu ujian terakhir. Kegagalan bersaing di papan atas memperkuat asumsi bahwa atmosfer kompetisi ganda putri tidak lagi memberikan stimulan optimal bagi pemain berusia 27 tahun tersebut. Evaluasi final digelar.
  3. Penunjukan Dejan Ferdinansyah — Manajemen pelatnas tidak membuang waktu. Nama Dejan Ferdinansyah dimunculkan sebagai tandem ideal. Kombinasi kecepatan Dejan dan netting tajam Apriyani diyakini sebagai formula untuk merangsek ke jajaran elit ranking BWF.

Pernyataan Langsung sang Juara Olimpiade

Dalam sesi konferensi pers, Apriyani tidak menampik bahwa meninggalkan zona nyaman di ganda putri adalah sebuah pertaruhan besar. Namun, ia menegaskan bahwa langkah ini adalah opsi paling realistis untuk mendaki kembali puncak performa. Dengan tegas, ia menyebut regenerasi di ganda putri sebagai salah satu pertimbangan matangnya.

"Memang saya rasa sudah banyak adik-adik lain di ganda putri dan saya mencoba untuk memilih jalan lain. Sekiranya di ganda campuran ini saya bisa kembali lagi ke top performance saya dengan Dejan," ujar Apriyani memberikan pernyataan eksklusifnya. Ia menekankan bahwa motivasi utamanya adalah mengejar kembali poin dan ranking yang sempat terdegradasi.

Strategi Mengejar Ranking: Mengapa Ganda Campuran?

Beralihnya Apriyani ke sektor yang memadukan putra dan putri ini bukan tanpa kalkulasi teknis. Sektor ganda campuran dinilai memiliki dinamika permainan yang lebih sesuai dengan kelebihan Apriyani saat ini. Karakter permainannya yang agresif dan cekatan di depan net akan menjadi senjata mematikan saat dipadukan dengan pukulan keras Dejan.

Di lintasan ranking, posisi pasangan ini saat ini memang masih berada di titik nol. Namun, dengan status protected ranking yang dipegang Apriyani, mereka dipastikan bisa langsung tampil di turnamen-turnamen level World Tour Super 300 hingga 500 tanpa harus melalui babak kualifikasi yang berliku. Ini adalah akselerasi raksasa untuk melejit kembali ke jajaran 10 besar dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User