KOI Pimpin Delegasi ke AS, Pacu Integrasi Ekosistem Olahraga
CHICAGO, AS — Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memanfaatkan panggung internasional dalam International Visitor Leadership Program (IVLP) untuk mendorong pe
CHICAGO, AS — Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memanfaatkan panggung internasional dalam International Visitor Leadership Program (IVLP) untuk mendorong percepatan transformasi integrasi ekosistem olahraga nasional. Langkah strategis ini digeber langsung oleh Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, di tengah lawatannya ke Amerika Serikat pada 18–29 Juni lalu. Targetnya jelas: melesatkan prestasi Indonesia ke level yang lebih tinggi di kancah global.
Langkah Agresif di Negeri Paman Sam
RI bukan sekadar ikut serta dalam program pertukaran kepemimpinan bergengsi ini. KOI menurunkan sembilan delegasi kunci yang merepresentasikan poros penting dalam ekosistem Olimpiade Indonesia. Mereka hadir bukan hanya untuk menyerap ilmu, tapi juga membangun jejaring dan mendesak transformasi total dari hulu ke hilir.
- Bendahara Tommy Hermawan Lo — mengawal aspek pendanaan dan keuangan transformasi.
- Anggota Komite Eksekutif Josephine Tampubolon, Krisna Bayu, Greysia Polii — memastikan kebijakan dan implementasi di tingkat atlet dan cabang olahraga.
- Wakil Sekretaris Jenderal Cresida Mariska — penopang kesekretariatan dan koordinasi antarlini.
- Direktur Tim Indonesia Richard Sam Bera — kunci sukses persiapan kontingen di multievent.
- Safeguarding Officer Tabitha Charmaine Sumendap — memprioritaskan perlindungan dan kesejahteraan atlet.
- Project Strategist Tara Talitha — perancang peta jalan transformasi berbasis data.
- Konsultan Media dan PR Brigitha Sesilya — pengawal narasi dan citra publik olahraga nasional.
"Ini demi prestasi yang lebih baik di kancah internasional," tegas Raja Sapta Oktohari saat mengikuti agenda IVLP di Chicago.
Menurutnya, integrasi ekosistem olahraga tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kolaborasi lintas sektor—dari pembinaan dini, sport science, pendanaan, hingga media—harus menyatu dalam satu kendali yang selaras. Program IVLP, yang diinisiasi oleh Departemen Luar Negeri AS, menjadi laboratorium langsung untuk mempelajari praktik terbaik manajemen olahraga modern, sport governance, dan diplomasi olahraga.
Menyalin Formula Sukses Negeri Adidaya
Delegasi Indonesia menyelami berbagai aspek ekosistem olahraga AS: dari pusat pelatihan berteknologi tinggi, tata kelola federasi, hingga model kemitraan publik-swasta yang menjadi tulang punggung prestasi Amerika Serikat di Olimpiade. Observasi ini bukan sekadar studi banding biasa—KOI ingin membawa pulang cetak biru yang bisa langsung diadaptasi dengan konteks Indonesia.
"Kami ingin melompat, bukan sekadar mengejar ketertinggalan," kata salah satu anggota delegasi.
Keterlibatan Greysia Polii—peraih emas Olimpiade Tokyo 2020—menambah bobot delegasi. Legenda bulu tangkis ini diharapkan menjadi jembatan suara atlet dalam proses transformasi yang selama ini sering dinilai top-down.
Agenda Padat yang Belum Tuntas
Program 12 hari ini memasukkan sesi briefing, kunjungan lapangan, hingga diskusi kebijakan dengan pemangku kepentingan AS. KOI memaksimalkan setiap slot untuk mengadvokasi pentingnya investasi jangka panjang di olahraga, sekaligus merayu mitra potensial. Transformasi integrasi ekosistem yang digaungkan mencakup tiga pilar utama:
- Pembinaan berbasis sport science — dari pemanduan bakat hingga nutrisi dan psikologi atlet.
- Digitalisasi manajemen cabor — data terpadu untuk monitoring prestasi dan pendanaan.
- Keberlanjutan finansial — model bisnis olahraga yang tidak bergantung penuh pada APBN.
Dengan bendera transformasi yang dikibarkan langsung di tanah kompetitor, KOI mengirim sinyal jelas: Indonesia tidak mau lagi jadi pelengkap di arena internasional. Langkah di Chicago ini ibarat deklarasi perang terhadap stagnasi.
Comments (0)