Islandia Dilanda Erupsi Dahsyat, Pariwisata Justru Melonjak 300 Persen

REYKJAVIK — Aktivitas vulkanik yang kembali mengguncang Semenanjung Reykjanes tidak hanya menciptakan kepanikan, tetapi juga mendongkrak angka kunjungan wi

Jul 11, 2026 - 06:11
0 0
Islandia Dilanda Erupsi Dahsyat, Pariwisata Justru Melonjak 300 Persen

REYKJAVIK — Aktivitas vulkanik yang kembali mengguncang Semenanjung Reykjanes tidak hanya menciptakan kepanikan, tetapi juga mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Islandia secara dramatis. Data terbaru dari Icelandic Tourist Board menunjukkan lonjakan pemesanan akomodasi dan tur mencapai 300 persen hanya dalam dua pekan pascaerupsi pertama.

Gunung Meletus, Bandara Tutup: Kronologi 72 Jam Penuh Tegang

Berdasarkan laporan Icelandic Meteorological Office, rangkaian gempa vulkanik mulai terdeteksi pada 15 Maret 2025 pukul 04.12 waktu setempat. Retakan sepanjang 2,5 kilometer terbuka di dekat kawah Sundhnúkur dan segera menyemburkan lava setinggi 80 meter. Otoritas setempat langsung memberlakukan status darurat dan mengevakuasi 3.200 penduduk Grindavík dalam waktu kurang dari tiga jam.

  1. 15 Maret 2025 pukul 04.12 — Sensor seismik mencatat gempa susulan M4,7; magma menerobos permukaan.
  2. 15 Maret 2025 pukul 07.00 — Kepolisian Nasional Islandia menutup seluruh akses menuju zona merah radius 10 km dari pusat erupsi.
  3. 16 Maret 2025 — Bandara Internasional Keflavík menghentikan 280 penerbangan akibat abu vulkanik; 18.000 penumpang terdampak.
  4. 17 Maret 2025 — Maskapai mulai mengoperasikan “flight-seeing tours” terbatas yang dipantau langsung oleh otoritas penerbangan.
  5. 20 Maret 2025 — Pemesanan hotel di Reykjavik dan Hvolsvöllur melonjak hingga 312 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Meski erupsi masih berlangsung hingga akhir Maret, aktivitas kegempaan menurun signifikan. Pemerintah kemudian membuka “zona observasi aman” khusus wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena alam secara langsung.

Dampak Ganda: Kerugian Penerbangan vs. Ledakan Ekonomi Lokal

Di satu sisi, penutupan bandara selama 38 jam membebani maskapai dengan potensi kerugian mencapai USD 14 juta, menurut estimasi Airlines for Europe. Namun, sektor perhotelan dan biro perjalanan justru mencatat pendapatan luar biasa.

Magnús Þór Jónsson, Presiden Asosiasi Hotel Islandia, menyatakan,

“Kami tidak pernah membayangkan bencana alam akan menjadi lokomotif pemulihan ekonomi. Tingkat okupansi hotel di wilayah selatan langsung menyentuh 97 persen hanya dalam tiga hari pascaerupsi.”

Data resmi Icelandic Tourist Board menunjukkan bahwa pada 21–28 Maret 2025 tercatat 51.400 wisatawan mancanegara tiba di Islandia, melampaui rekor sebelumnya sebesar 23.700 pada periode yang sama tahun 2024. Wisatawan asal Amerika Serikat, Jerman, dan Korea Selatan mendominasi, masing-masing menyumbang 32 persen, 21 persen, dan 14 persen dari total kedatangan.

Peringatan Keselamatan dan ‘Disaster Tourism’

Fenomena ini memicu perdebatan mengenai etika disaster tourism. Prof. Dr. Elín Jónasdóttir, vulkanolog dari Universitas Islandia, mengingatkan bahwa batas aman harus dihormati.

“Lava dan gas beracun bukanlah tontonan tanpa risiko. Kami mengimbau wisatawan untuk hanya mengakses titik-titik yang telah ditetapkan oleh Civil Protection dan tidak pernah melewati garis polisi.”

Pemerintah Islandia bergerak cepat dengan merilis aplikasi “SafeEruption” yang memberikan peringatan real-time, peta zona bahaya, serta fitur tombol darurat. Aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 120.000 kali hanya dalam lima hari pertama. Petugas SAR juga memperkuat personel di sepanjang Route 41 dan jalur menuju Gunnuhver Hot Springs yang menjadi lokasi swafoto favorit turis dengan latar belakang semburan lava.

Kendati kontroversial, data awal kementerian keuangan memperkirakan pemasukan dari sektor pariwisata pada kuartal I-2025 dapat menyentuh ISK 112 miliar, naik 65 persen dibanding proyeksi sebelumnya. Angka ini memberi ruang fiskal bagi alokasi dana pembangunan kembali infrastruktur Grindavík yang rusak ringan akibat aliran lava.

Reaksi Internasional dan Rencana Jangka Panjang

Beberapa negara seperti Inggris dan Denmark telah mengeluarkan travel advisory khusus yang menekankan pentingnya asuransi perjalanan dengan cakupan bencana vulkanik. Sementara itu, maskapai Icelandair dan PLAY memperkenalkan paket “Volcano + Northern Lights” dengan harga premium yang langsung habis terjual untuk keberangkatan April.

Pemerintah Islandia kini tengah mengkaji skema “vulcano-pass”—tiket khusus yang mengatur kuota harian pengunjung ke zona observasi agar tidak melebihi kapasitas ekologis dan keamanan. “Kami ingin ledakan pariwisata ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Jóhanna Sveinsdóttir, Direktur Visit Iceland.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User