Sep 18, 2026
Nasional

InJourney: Empat Bandara Beroperasi Normal Pasca-Erupsi Anak Krakatau

Ancaman abu vulkanik yang sempat menyelimuti ruang udara kawasan barat Indonesia kini mulai mereda. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney

InJourney: Empat Bandara Beroperasi Normal Pasca-Erupsi Anak Krakatau

Ancaman abu vulkanik yang sempat menyelimuti ruang udara kawasan barat Indonesia kini mulai mereda. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney secara resmi mengumumkan bahwa empat bandara utama yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini telah kembali dibuka dan beroperasi secara penuh secara normal. Langkah pemulihan ini diambil setelah serangkaian pengetesan ketat dan evaluasi mendalam menunjukkan bahwa ruang udara serta fasilitas darat telah steril dari material abu yang membahayakan.

Aktivitas penerbangan yang sempat mengalami penundaan jadwal (delay) hingga pembatalan rute kini kembali bergeliat. Para calon penumpang yang sebelumnya memenuhi area ruang tunggu dengan rasa cemas, mulai memadati konter check-in dengan senyum lega. Erupsi Gunung Anak Krakatau yang melontarkan kolom abu tebal beberapa waktu lalu memang sempat membuat otoritas penerbangan mempublikasikan Notice to Airmen (NOTAM) penutupan demi menghindari risiko erosi mesin jet akibat partikel silika halus.

Penanganan Cepat dan Evaluasi Keselamatan Penerbangan

Manajemen InJourney bersama dengan AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan koordinasi secara real-time. Pembersihan area sensitif penerbangan, seperti runway (landasan pacu), taxiway, dan apron, dilakukan dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk memastikan tidak ada sisa endapan abu vulkanik yang tertinggal.

"Keselamatan dan keamanan penerbangan adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Setelah berkoordinasi erat dengan pemangku kepentingan penerbangan dan memastikan seluruh fasilitas bebas dari paparan abu vulkanik, kami memastikan empat bandara yang terdampak siap melayani penerbangan secara normal kembali," tegas perwakilan Manajemen InJourney dalam keterangan resminya.

Pemulihan Jadwal dan Data Operasional Bandara

Kembali beroperasinya seluruh fasilitas bandara ini diharapkan dapat segera mengurai antrean penerbangan yang tertahan dan mengembalikan rotasi pesawat ke kondisi semula. Ratusan penerbangan yang sempat terdampak kini dialokasikan ulang guna memprioritaskan jadwal keberangkatan penumpang yang sempat tertunda.

Berikut adalah perbandingan kondisi operasional bandara sebelum dan sesudah proses pembersihan material abu vulkanik dilakukan:

Parameter Evaluasi Status Saat Erupsi Status Operasional Saat Ini
Kondisi Landasan (Runway) Terpapar endapan abu vulkanik Bersih dan steril (Lolos Paper Test)
Status NOTAM Penutupan sementara (Closed) Dicabut (Normal Operation)
Ruang Udara (Airspace) Berisiko abu vulkanik tinggi Aman untuk jalur penerbangan
Layanan Terminal Penumpukan penumpang Layanan beroperasi 100% normal

Proses verifikasi lapangan tidak hanya mengandalkan pantauan satelit, tetapi juga mengintegrasikan metode pengujian langsung di darat, antara lain:

  • Pengujian Sampel (Paper Test): Memastikan kadar deposit abu vulkanik di area landasan berada pada angka nol.
  • Monitoring Ruang Udara: AirNav Indonesia memastika jalur perlintasan pesawat bebas dari abu vulkanik melayang.
  • Kesiapan Sarana Terminal: Penyegaran filter pendingin udara terminal dan kebersihan fasilitas penunjang penumpang.

Imbauan Penting Bagi Pengguna Jasa Penerbangan

Meski operasional empat bandara telah dinyatakan aman dan berjalan penuh, pihak InJourney tetap mengimbau para pengguna jasa untuk selalu waspada terhadap potensi dinamika cuaca maupun erupsi susulan. Keterbukaan informasi antara maskapai dan penumpang menjadi kunci kelancaran moda transportasi udara pasca-bencana.

"Kami meminta para calon penumpang untuk tetap mengonfirmasi jadwal penerbangan terkini kepada masing-masing maskapai secara berkala sebelum menuju ke bandara," tambah perwakilan InJourney menekankan pentingnya antisipasi dini.

Komitmen InJourney dalam menjaga keselamatan penerbangan nasional terbukti dari respons cepat pembersihan dan koordinasi lintas lembaga. Pemulihan ini menjadi angin segar bagi konektivitas antar-wilayah serta kelancaran aktivitas ekonomi dan pariwisata yang sempat terhenti akibat peristiwa alam tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User