Inggris Hajar Norwegia, Tuchel Tak Puas
LONDON – Inggris baru saja mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia 2-1 di Wembley. Namun, kemenangan ini justru menuai kemarahan dingin...
LONDON – Inggris baru saja mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia 2-1 di Wembley. Namun, kemenangan ini justru menuai kemarahan dingin dari pelatih Thomas Tuchel. Sang juru taktik secara terbuka menyebut timnya hanya sekadar beruntung.
Jalannya Laga Penuh Drama
Babak pertama berjalan mengejutkan. Inggris membuka keunggulan cepat melalui sundulan kapten Harry Kane pada menit ke-12 memanfaatkan skema sepak pojok yang terukur. Gol ini sempat membuat 85 ribu pendukung bergemuruh. Namun kendali permainan justru digenggam Norwegia. Serangan balik yang dipimpin Martin Ødegaard dan Erling Haaland berkali-kali membelah pertahanan tuan rumah.
BUFFY melansir, Norwegia akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-67 lewat aksi individu Haaland. Penyerang Manchester City itu melesakkan bola rendah dari luar kotak penalti tanpa mampu diantisipasi kiper Jordan Pickford. Skor 1-1.
Puncak drama terjadi empat menit jelang bubaran. Sebuah umpan silang rendah yang sejatinya meleset dari Jude Bellingham berbelok arah mengenai kaki bek Norwegia. Bola liar itu mengecoh kiper dan bersarang di gawang. Gol bunuh diri tersebut memberi Inggris kemenangan kontroversial 2-1.
Kritik Tajam Tuchel
Dalam konferensi pers usai laga, wajah Tuchel tampak kaku. Ia menolak menyebut kemenangan ini sebagai hasil kerja keras timnya. “Kami sama sekali tidak pantas meraih tiga poin malam ini. Ini murni keberuntungan, bukan sepak bola yang kami rencanakan,” tegasnya.
Tuchel menyoroti statistik yang jomplang. Berdasarkan data pantauan, Norwegia melepaskan 14 tembakan, berbanding 7 milik Inggris. Penguasaan bola pun dikuasai tamu dengan 58 persen. “Kami kehilangan struktur. Ketika tekanan datang, para pemain justru panik. Ini tidak bisa diterima di level ini,” tambahnya.
Pernyataan paling menohok dilontarkan Tuchel kepada lini tengahnya, termasuk Declan Rice dan Bellingham. “Mereka terlalu mudah kehilangan bola. Tanpa keberuntungan tadi, kita sedang membicarakan kekalahan memalukan.”
Fakta Cepat: Inggris vs Norwegia
- Gol Inggris: Harry Kane (12’), Gol bunuh diri (86’)
- Gol Norwegia: Erling Haaland (67’)
- Shots on target: Inggris 3 – 5 Norwegia
- Penguasaan Bola: Inggris 42% – 58% Norwegia
Respons Ruang Ganti
Kane yang menjadi pencetak gol cepat memilih bersikap diplomatis. “Tentu kami ingin menang lebih meyakinkan. Tapi di babak kualifikasi, tiga poin adalah segalanya. Kami akan berbenah,” ujarnya. Sementara itu, Haaland di sisi lain menyebut hasil ini sangat menyakitkan. “Kami memainkan sepak bola terbaik di laga tandang, tapi pulang dengan tangan hampa,” keluhnya.
Tekanan Menanti
Hasil ini memperpanjang catatan inkonsistensi The Three Lions selama 12 bulan terakhir. Dengan Tuchel kini secara terbuka mengecam kualitas skuat, awan gelap mulai menggantung di ruang ganti Inggris. Pertandingan berikutnya melawan Makedonia Utara pada Selasa dini hari nanti akan menjadi panggung pembuktian. Publik Wembley menuntut lebih dari sekadar angka di papan skor.
Baca juga:
Comments (0)