Ibu di Bogor Simpan Mayat Bayi 5 Hari di Lemari

Polisi baru saja mengonfirmasi fakta mengejutkan dalam kasus pembuangan bayi di Bogor. Tersangka SSA, wanita yang melahirkan di toilet umum, menyimpan jasad bayinya di lemari pakaian selama lima hari ...

Jul 28, 2026 - 04:16
0 0
Ibu di Bogor Simpan Mayat Bayi 5 Hari di Lemari

Polisi baru saja mengonfirmasi fakta mengejutkan dalam kasus pembuangan bayi di Bogor. Tersangka SSA, wanita yang melahirkan di toilet umum, menyimpan jasad bayinya di lemari pakaian selama lima hari sebelum dibuang.

Penemuan jasad bayi tanpa identitas di wilayah Bogor pekan lalu langsung memicu penyelidikan intensif. Warga melaporkan sesosok mayat mungil terbungkus kain di sebuah lahan kosong. Temuan itu menggemparkan warga sekitar dan memaksa aparat bergerak cepat.

Kurang dari 48 jam, polisi berhasil mengidentifikasi ibu kandung bayi tersebut. SSA ditangkap di rumah kontrakannya tanpa perlawanan berarti. Saat diinterogasi, ia tak kuasa membendung air mata dan mengakui seluruh perbuatannya.

Kronologi Kelam dari Toilet ke Lemari

Pengakuan SSA mengungkap rangkaian peristiwa tragis. Ia melahirkan seorang diri di toilet Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setelah bayi lahir dalam kondisi tak bernyawa, SSA membungkusnya dan membawanya pulang ke rumah di Bogor.

Sesampainya di kediaman, SSA tidak segera melapor. Ia justru menyembunyikan mayat bayi tersebut di dalam lemari pakaian di kamarnya. Lemari itu menjadi tempat penyimpanan rahasia selama lima hari penuh.

Tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengetahui. SSA merahasiakan kelahiran itu dari semua orang. Setelah lima hari, ia akhirnya membuang jasad bayi itu ke lokasi yang masih dirahasiakan polisi.

Fakta-Fakta Penting yang Terungkap

  • Lokasi persalinan: Toilet di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
  • Waktu penyimpanan: Lima hari di lemari pakaian rumah kontrakan SSA.
  • Kondisi bayi: Lahir dalam keadaan meninggal, menurut pengakuan tersangka.
  • Status tersangka: SSA telah ditahan dan dikenakan pasal berlapis terkait pembunuhan anak.
  • Pengakuan: SSA mengaku bertindak sendiri tanpa bantuan pihak lain.

Polisi Dalami Motif dan Lakukan Autopsi

Pihak kepolisian kini fokus pada dua hal: motif di balik tindakan keji ini dan penyebab kematian bayi. Tim forensik sedang melakukan autopsi untuk memastikan apakah bayi lahir dalam keadaan hidup atau meninggal.

“Kami masih menunggu hasil autopsi. Pengakuan sementara menyebut bayi sudah meninggal saat lahir, tapi kami harus buktikan secara ilmiah,” ujar seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya.

Pemeriksaan psikologis terhadap SSA juga akan segera dilakukan. Kondisi mental tersangka menjadi sorotan karena tindakannya menyimpan mayat bayi selama lima hari.

Imbauan Keras untuk Masyarakat

Kasus ini kembali menjadi pengingat pahit tentang pentingnya pendampingan bagi ibu hamil yang tidak diinginkan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak panik atau mengambil tindakan ekstrem saat menghadapi kehamilan di luar nikah.

“Silakan melapor ke pihak berwenang atau lembaga sosial. Ada banyak jalan keluar yang tidak harus berakhir dengan hilangnya nyawa,” tegas perwakilan kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, SSA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bogor. Kasus ini dipastikan akan terus berkembang seiring hasil autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User