Sep 17, 2026
Hukum

Harga Karet Sumut Berfluktuasi, Panen Petani Merosot 30 Persen

BERITATERCEPAT.COM, MEDAN — Sektor perkebunan rakyat di Sumatera Utara kini tengah menghadapi tekanan ganda akibat faktor cuaca ekstrem dan pergerakan pasa

Harga Karet Sumut Berfluktuasi, Panen Petani Merosot 30 Persen

BERITATERCEPAT.COM, MEDAN — Sektor perkebunan rakyat di Sumatera Utara kini tengah menghadapi tekanan ganda akibat faktor cuaca ekstrem dan pergerakan pasar komoditas. Harga getah karet di tingkat petani di sejumlah sentra produksi tercatat bergerak di kisaran Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kilogram (kg), dibayangi penurunan volume produksi harian yang mencapai 30 persen akibat tingginya intensitas curah hujan.

Kondisi alam yang basah membuat aktivitas penyadapan pohon karet terganggu secara signifikan. Tingginya frekuensi hujan di wilayah Sumatera Utara tidak hanya membatasi jam kerja petani di kebun, tetapi juga menyebabkan getah lateks encer terbuang bercampur air sebelum sempat dipanen secara optimal.

Kronologi dan Rincian Pergerakan Harga Antarwilayah

Dinamika harga bahan olah karet (bokar) di Sumatera Utara menunjukkan tren yang berbeda di masing-masing daerah sentra. Berikut rincian perkembangan harga komoditas karet di tingkat petani:

  1. Kabupaten Deli Serdang Menguat: Harga karet di wilayah ini mengalami kenaikan bertahap menjadi Rp 16.000 hingga Rp 17.000/kg, naik dari posisi sebelumnya yang berada di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 16.000/kg. Kenaikan ini dipicu oleh keterbatasan pasokan getah lokal di tingkat pengepul.
  2. Kabupaten Langkat Terkoreksi: Berbanding terbalik dengan Deli Serdang, tingkat harga di Kabupaten Langkat justru mengalami penurunan ke level Rp 16.500 hingga Rp 17.000/kg setelah sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 18.000/kg.
  3. Faktor Penentu Fluktuasi: Perbedaan harga antarwilayah sangat dipengaruhi oleh tingkat kadar karet kering (KKK), jarak tempuh menuju pabrik pengolahan, serta mekanisme tawar-menawar antara pedagang perantara dengan kelompok tani.
"Hujan yang turun hampir setiap hari membuat batang pohon basah dan tidak bisa disadap. Jika dipaksakan, lateks akan rusak dan meluber ke mana-mana, sehingga panen menyusut drastis hingga 30 persen," ungkap salah seorang perwakilan petani karet di Deli Serdang.

Dampak Cuaca Ekstrem Terhadap Pendapatan Petani

Anomali iklim yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir memberikan dampak berantai terhadap mata pencaharian petani karet di Sumatera Utara. Beberapa poin penting yang menjadi catatan di lapangan antara lain:

  • Penurunan Volume Sadapan: Petani kehilangan hari sadap efektif dalam sebulan, yang menyebabkan akumulasi getah menyusut hingga hampir sepertiga dari kapasitas normal.
  • Kualitas Lateks Menurun: Kadar air yang tinggi pada mangkuk sadap menurunkan nilai rendemen getah, sehingga memengaruhi harga penetapan di tingkat pengepul lokal.
  • Beban Biaya Produksi: Meskipun harga di Deli Serdang sedikit naik, hasil penjualan total tetap tertekan karena penurunan volume produksi yang tajam tidak sebanding dengan biaya operasional harian.

Pelaku industri perkebunan berharap kondisi cuaca segera membaik agar siklus penyadapan getah kembali normal. Kestabilan pasokan sangat dibutuhkan demi menjaga rantai pasok industri karet remah (crumb rubber) di Sumatera Utara tetap berjalan optimal di tengah fluktuasi pasar global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User