Monday, 24 August 2026 | 09:53 WIB

Habagat Basahi Luzon Akhir Pekan, Sekolah Legazpi Tamatkan Jadwal Bergilir

Manila / Legazpi — Akhir pekan ini membawa dua kabar kontras dari Pulau Luzon, Filipina. Di satu sisi, badan meteorologi negara Pagasa memperkirakan monsun

Aug 23, 2026 - 07:38
0 1
Habagat Basahi Luzon Akhir Pekan, Sekolah Legazpi Tamatkan Jadwal Bergilir

Manila / Legazpi — Akhir pekan ini membawa dua kabar kontras dari Pulau Luzon, Filipina. Di satu sisi, badan meteorologi negara Pagasa memperkirakan monsun barat daya atau "habagat" akan terus mengguyur seluruh wilayah Luzon pada hari Minggu. Di sisi lain, Kota Legazpi mencatat kemajuan penting di sektor pendidikan lewat selesainya gedung sekolah baru berlantai dua berisi delapan ruang kelas yang diyakini mampu mengakhiri sistem jadwal bergilir di Rawis Integrated School.

Habagat Bertahan, Hujan Berkala Guyur Batanes

Berdasarkan buletin resmi yang dirilis pukul 05.00 waktu setempat oleh Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (Pagasa), monsun barat daya akan tetap menjadi pola cuaca dominan di Luzon hingga hari Minggu. Wilayah Batanes, provinsi terutara Filipina, diprediksi mengalami hujan secara berkala atau occasional rains sepanjang hari.

Sementara itu, bagi wilayah lain di Luzon, Pagasa memperingatkan potensi hujan tersebar disertai badai petir. Kondisi semacam ini berpotensi memicu genangan dan banjir di daerah rawan, serta mengganggu aktivitas masyarakat mulai dari transportasi laut, penerbangan regional, hingga kegiatan ekonomi akhir pekan.

Kronologi prakiraan cuaca dari Pagasa dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Akhir pekan — Pagasa memantau penguatan monsun barat daya yang membawa massa uap air dari arah Laut menuju daratan Luzon.
  2. Pukul 05.00 hari Minggu — Buletin cuaca pagi resmi menyebut habagat membawa hujan berkala atas wilayah Batanes.
  3. Sepanjang hari Minggu — Hujan tersebar dan badai petir diprakirakan melanda sebagian besar wilayah Luzon.
  4. Hari-hari ke depan — Publik diminta terus memantau pembaruan buletin karena pola monsun dinilai masih bertahan.
"Monsun barat daya akan membawa hujan berkala atas Batanes, disertai hujan tersebar dan badai petir di wilayah lain Luzon," demikian inti buletin Pagasa pukul 05.00 yang menegaskan pola cuaca basah belum menunjukkan tanda melemah dalam waktu dekat.

Gedung Delapan Ruang Kelas Rampung di Rawis Integrated School

Di tengah cuaca yang terus basah, Kota Legazpi di wilayah Bicol justru mencatat kabar gembira. Sebuah gedung sekolah berlantai dua dengan delapan ruang kelas di Rawis Integrated School telah rampung dibangun. Proyek ini dibiayai melalui Dana Fasilitas Pendidikan Dasar (Basic Education Facilities Fund/BEFF) milik Departemen Pendidikan (DepEd) Filipina dengan alokasi anggaran 40 juta peso, atau setara sekitar Rp11 miliar.

Gedung baru tersebut akan melayani hampir 1.000 peserta didik, 36 guru, serta lima tenaga kependidikan non-mengajar. Kehadiran delapan ruang kelas tambahan dipercaya mampu menghapuskan sistem jadwal bergilir (shifting schedule) yang selama ini memaksa siswa belajar dalam beberapa gelombang waktu karena keterbatasan ruang kelas.

  • Delapan ruang kelas baru dalam gedung dua lantai siap digunakan.
  • P40 juta bersumber dari Basic Education Facilities Fund DepEd.
  • Hampir 1.000 siswa tidak lagi berbagi ruang dalam jadwal bergilir.
  • 36 guru dan lima staf memperoleh ruang kerja serta mengajar yang lebih layak.
Gedung dua lantai berisi delapan ruang kelas senilai P40 juta ini akan melayani hampir 1.000 siswa dan resmi mengakhiri era jadwal bergilir di Rawis Integrated School, Legazpi City.

Jadwal Bergilir Diakhiri, Jam Belajar Efektif Bertambah

Sistem jadwal bergilir lama dikeluhkan banyak pihak karena memangkas jam tatap muka efektif antara guru dan siswa. Dengan tersedianya ruang yang memadai, seluruh peserta didik kini dapat mengikuti pembelajaran pada jam yang sama, sehingga mutu dan durasi pembelajaran meningkat sekaligus.

Kabar ini juga relevan dengan situasi cuaca saat ini. Wilayah Bicol, termasuk Legazpi, dikenal sebagai salah satu kawasan yang rentan terdampak monsun dan badai. Ruang kelas yang lebih luas, kokoh, dan nyaman memberikan perlindungan lebih baik bagi siswa ketika hujan deras mengguyur, sekaligus menjaga kontinuitas pembelajaran saat cuaca buruk.

Melalui skema BEFF, DepEd Filipina secara konsisten menyalurkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas di berbagai daerah. Kasus Rawis Integrated School menjadi contoh bagaimana investasi infrastruktur pendidikan langsung dirasakan manfaatnya oleh komunitas sekolah, dari siswa, guru, hingga orang tua.

Arah ke Depan: Waspada Cuaca, Optimisme Pendidikan

Ke depan, Pagasa mengimbau masyarakat di Luzon tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, khususnya di daerah dataran rendah rawan genangan dan lereng bukit rawan longsor. Pembaruan buletin cuaca akan terbit secara berkala dari kanal resmi Pagasa.

Di sisi lain, komunitas Rawis Integrated School menyambut positif fasilitas barunya. Dengan delapan ruang kelas yang telah rampung, harapan besar dipasang agar proses belajar-mengajar berjalan penuh tanpa hambatan jadwal, apa pun kondisi cuaca yang melanda Luzon akhir pekan ini.

[SOCIAL_TWEET]: Habagat masih guyur Luzon hari Minggu! Batanes dilanda hujan berkala, wilayah lain waspada badai petir. Kabar baiknya: sekolah di Legazpi akhirnya tamatkan jadwal bergilir berkat 8 ruang kelas baru senilai P40 juta! #Habagat #Luzon #Filipina[SOCIAL_TG]: 📢 LUZON: Habagat bertahan hingga hari Minggu — Pagasa keluarkan buletin pukul 05.00, Batanes dilanda hujan berkala, wilayah lain waspada hujan tersebar & badai petir. Sementara itu, gedung 8 ruang kelas senilai P40 juta di Rawis Integrated School, Legazpi, rampung dan siap mengakhiri jadwal bergilir bagi ±1.000 siswa. Detail lengkap hanya di Beritatercepat.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User