Gunung Api Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik berupa erupsi yang memicu terjadinya hujan abu lebat. Material abu vulkanik dilaporkan mengguyur sejumlah desa dan menutupi atap rumah warga serta lahan pertanian di sekitar lereng gunung, memicu kepanikan warga setempat.
Peristiwa erupsi ini melontarkan kolom abu tebal bertekanan sedang hingga kuat ke udara. Angin yang berembus membawa material pasir halus dan abu pekat menuju kawasan pemukiman, membuat jarak pandang berkurang dan mengganggu aktivitas harian masyarakat di beberapa kecamatan terdampak.
Dampak Hujan Abu terhadap Aktivitas Warga
Sejumlah warga di lereng gunung melaporkan bahwa ketebalan abu mulai menumpuk di jalanan desa dan pekarangan rumah. Suasana di kawasan terdampak tampak temaram akibat kabut abu tebal yang menghalangi sinar matahari. Sebagian besar warga memilih membatasi aktivitas di luar ruangan demi menghindari paparan material vulkanik berbahaya.
"Abu mulai turun cukup tebal sejak pagi. Atap rumah dan tanaman jagung kami memutih terkena abu. Kami terpaksa memakai masker ganda karena tenggorokan dan mata terasa sangat perih," tutur Yoseph, salah seorang warga terdampak di Kecamatan Ile Ape.
Kondisi ini tidak hanya mengancam sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, serta gangguan kulit pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Rekomendasi dan Imbauan Keselamatan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok secara berkala. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Berikut adalah beberapa poin imbauan utama yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang:
- Hindari Zona Bahaya: Masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius rekomendasi sektoral yang telah ditetapkan dari pusat kawah.
- Gunakan Alat Pelindung Diri: Warga yang beraktivitas di luar rumah wajib mengenakan masker penutup hidung dan mulut serta kacamata pelindung.
- Amankan Sumber Air: Menutup tempat penampungan air bersih dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik yang mengandung zat kimia berbahaya.
- Waspada Lahar Hujan: Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah sungai yang berhulu di puncak gunung diminta waspada terhadap potensi ancaman banjir lahar dingin saat hujan lebat turun.
Antisipasi dan Distribusi Bantuan Logistik
Pemerintah daerah bersama relawan saat ini mulai mendistribusikan bantuan masker medis dan kacamata pelindung ke desa-desa yang berada di garis lintasan abu vulkanik. Fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas juga disiagakan guna mengantisipasi lonjakan pasien ISPA.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh isu-isu liar atau hoaks yang beredar di media sosial. Semua informasi resmi terkait aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok akan terus diperbarui melalui saluran resmi PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Api, serta BPBD setempat.
Comments (0)