Gilang Tempuh Seleksi Akpol Tiga Kali: Pantang Menyerah
MEDAN, DETIK INI JUGA — Perjuangan seorang pemuda asal Sumatera Utara untuk menjadi perwira polisi terus berlanjut. Gilang Bonatua Harahap (19) kembali menjalani rangkaian seleksi Akademi Kepolisian...
MEDAN, DETIK INI JUGA — Perjuangan seorang pemuda asal Sumatera Utara untuk menjadi perwira polisi terus berlanjut. Gilang Bonatua Harahap (19) kembali menjalani rangkaian seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) untuk kali ketiga. Kegagalan di dua percobaan sebelumnya tidak mematahkan tekadnya. Sebaliknya, ia justru semakin termotivasi melakukan evaluasi menyeluruh.
Perjalanan yang Tak Mudah
Gilang pertama kali mendaftar Akpol pada tahun 2024. Saat itu, ia gugur di tahap kesehatan. Setahun kemudian, ia mencoba lagi namun terhenti di tes psikologi. Dua kegagalan itu menjadi cambuk. Alih-alih menyerah, ia menganalisis titik lemahnya dan membenahi satu per satu.
“Saya sadar, seleksi Akpol bukan sekadar fisik. Mental dan pengetahuan harus seimbang,” ujar Gilang, dikutip dari perbincangan singkat dengan awak media, Senin (27/7/2026) dini hari.
Berikut sejumlah fakta kunci terkait perjuangan Gilang:
- Nama: Gilang Bonatua Harahap
- Usia: 19 tahun
- Asal: Polda Sumatera Utara
- Percobaan Akpol: Ketiga kali
- Kendala sebelumnya: Kesehatan dan psikologi
- Strategi baru: Latihan fisik intensif, bimbingan psikotes, dan pendalaman akademik
Dukungan Keluarga Jadi Pelecut
Di balik kegigihan Gilang, ada dukungan penuh dari orang tua. Sang ayah dan ibu selalu mendorongnya untuk tidak patah arang. Mereka meyakini bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. “Mereka bilang, selama masih ada kesempatan, teruslah berusaha. Itu yang saya pegang,” tambah Gilang.
Dukungan itu terwujud dalam bentuk dukungan moral dan material. Gilang mengaku lebih tenang menjalani seleksi tahun ini karena merasa tidak sendiri. Ia juga rutin berkonsultasi dengan senior-senior yang lebih dulu lolos Akpol.
Persiapan Matang Sambut 2026
Tahun ini, Gilang datang dengan persiapan lebih matang. Ia telah mengikuti program pelatihan fisik selama enam bulan terakhir, termasuk latihan lari, renang, dan bela diri. Selain itu, ia juga memperdalam kemampuan akademik dan berlatih soal-soal psikotes secara berkala. Hasilnya, pada pemeriksaan awal di Polda Sumut, ia dinyatakan lolos administrasi dan kini sedang menunggu jadwal tes berikutnya.
“Kondisi saat ini jauh lebih siap. Saya optimistis bisa melewati semua tahapan,” tegasnya.
Kisah Gilang menjadi cermin semangat pantang menyerah. Di tengah ketatnya persaingan masuk Akpol, sikap evaluatif dan dukungan keluarga mampu menjadi bahan bakar untuk bangkit kembali. Seleksi tingkat pusat masih menanti, namun Gilang telah membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir segalanya.
Comments (0)