Gerindra Dorong Panja DPR Awasi Kasus Korupsi Febrie Adrianyah
BREAKING NEWS — DPR RI bergerak cepat membentuk Panitia Kerja (Panja) pengawasan khusus. Langkah ini menyusul penetapan tersangka Febrie Adrianyah dalam pusaran mega korupsi batu bara, ASABRI, dan K...
BREAKING NEWS — DPR RI bergerak cepat membentuk Panitia Kerja (Panja) pengawasan khusus. Langkah ini menyusul penetapan tersangka Febrie Adrianyah dalam pusaran mega korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rahul, menegaskan partainya mendorong penuh pembentukan panja. “Kita ingin semua terang benderang. Tidak boleh ada yang ditutupi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/4/2026).
Dukungan Penuh Fraksi Gerindra
Rahul menyatakan panja akan memastikan pengusutan berjalan transparan. Ia menolak jika proses hukum diintervensi oleh pihak mana pun.
“Dewan harus hadir mengawal. Tiga kasus ini menyedot perhatian publik dan melibatkan potensi kerugian negara yang luar biasa,” tegasnya.
Gerindra, kata dia, sudah berkoordinasi dengan pimpinan Komisi III. Panja ditargetkan terbentuk dalam pekan ini.
Berikut poin penting yang disampaikan:
- Panja dibentuk untuk mengawasi penanganan kasus oleh aparat penegak hukum.
- Febrie Adrianyah ditetapkan sebagai tersangka pada awal April 2026.
- Tiga kluster korupsi: tata niaga batu bara, pengelolaan dana ASABRI, proyek baja Krakatau Steel.
- Total kerugian negara ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah.
Skandal Berlapis yang Merugikan Negara
Kasus batu bara melibatkan dugaan suap perizinan dan penghindaran kewajiban royalti. Sementara itu, dana pensiun ASABRI diselewengkan melalui investasi fiktif dan saham gorengan.
Adapun Krakatau Steel, proyek investasi senilai miliaran dolar AS diduga sarat mark-up dan penyimpangan. Febrie Adrianyah disebut sebagai salah satu aktor kunci dalam jejaring ini.
“Ini skandal berlapis. Panja akan memanggil seluruh pihak, termasuk kementerian terkait dan pelaku usaha,” ujar Rahul.
Respons Cepat di Tengah Sorotan Publik
Penetapan tersangka terhadap Febrie Adrianyah sempat memicu desakan agar DPR mengambil sikap. Fraksi-fraksi lain, seperti PDI Perjuangan dan NasDem, dilaporkan siap mendukung pembentukan panja.
“Kami tidak ingin kasus ini mandek lagi. Sejak awal penuh teka-teki,” kata anggota Komisi III dari fraksi berbeda yang enggan disebut nama.
Panja pengawasan akan memiliki kewenangan menggelar rapat dengar pendapat, meminta dokumen, dan melakukan kunjungan lapangan. Tujuannya: mengawal proses hukum hingga ke pengadilan.
UPDATE — Sekretariat Komisi III mengonfirmasi jadwal rapat pembentukan panja akan digelar Senin pekan depan. Publik menanti langkah konkret dewan dalam membongkar skandal ini seterang-terangnya.
Baca juga:
Comments (0)