Gerakan Tanam Padi Perdana, Sekda Aceh Apresiasi Satgas PRR

BANDA ACEH – Lahan pertanian di sejumlah wilayah Aceh kembali ditanami setelah pulih dari bencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda provinsi ini pada awal 2026. Gerakan tanam padi perdana yang d...

Jul 12, 2026 - 20:05
0 0
Gerakan Tanam Padi Perdana, Sekda Aceh Apresiasi Satgas PRR

BANDA ACEH – Lahan pertanian di sejumlah wilayah Aceh kembali ditanami setelah pulih dari bencana hidrometeorologi dahsyat yang melanda provinsi ini pada awal 2026. Gerakan tanam padi perdana yang dilakukan secara serentak di tiga kabupaten menjadi penanda bangkitnya sektor pertanian yang sempat terpuruk.

Bencana Hidrometeorologi Lumpuhkan Pertanian

Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Februari hingga Maret 2026 merendam ribuan hektare sawah produktif. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh mencatat 5.800 hektare lahan pertanian rusak, sementara 12 kabupaten terdampak langsung. Sistem irigasi primer dan sekunder hancur, puluhan ribu petani kehilangan mata pencaharian.

Kondisi itu memicu kekhawatiran krisis pangan di Aceh. Stok beras lokal menipis drastis dan harga melonjak. Pemerintah pusat pun menetapkan status tanggap darurat pertanian di Aceh selama dua bulan.

Pembentukan Satgas PRR

Untuk mempercepat pemulihan, Gubernur Aceh membentuk Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi (Satgas PRR) pada April 2026. Satgas ini beranggotakan personel TNI, Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, serta relawan dari berbagai elemen. Misi utamanya adalah merehabilitasi saluran irigasi, membersihkan lahan dari lumpur dan material banjir, serta mendistribusikan bantuan benih dan pupuk kepada petani.

"Satgas PRR bekerja siang malam. Kami targetkan 70 persen lahan terdampak siap tanam dalam dua bulan," ujar Komandan Satgas PRR, Letkol Inf [nama], saat dikonfirmasi.

Tanam Perdana: Momentum Kebangkitan

Puncak dari kerja keras Satgas PRR adalah pelaksanaan gerakan tanam padi perdana di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, pada Sabtu (12/7/2026). Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, perwakilan Kementerian Pertanian, dan ratusan petani. Secara simbolis, Sekda menanam bibit padi di lahan seluas dua hektare yang telah direhabilitasi.

Sekda Aceh, dalam sambutannya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satgas PRR. "Satgas PRR adalah garda terdepan pemulihan pertanian Aceh. Mereka berhasil mengembalikan harapan puluhan ribu petani," katanya.

Data Pemulihan Lahan

Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melaporkan, dari total 5.800 hektare lahan rusak, sebanyak 4.100 hektare kini telah siap tanam. Sebanyak 2.300 hektare di antaranya merupakan lahan dengan irigasi teknis yang sepenuhnya pulih. Sementara 1.800 hektare lainnya lahan tadah hujan yang memerlukan penanganan lanjutan. Pemerintah menargetkan total areal tanam musim gadu ini mencapai 3.500 hektare.

Bantuan benih varietas Inpari 42 dan Ciherang telah disalurkan kepada 15.000 petani di 10 kabupaten. Program ini didanai APBA dan dana siap pakai BNPB.

Harapan Petani

Salah satu petani penerima bantuan, Muhammad Yusuf (52), warga Gampong Lamtimpeung, menyambut gembira. "Sebelumnya kami putus asa. Sawah penuh lumpur, irigasi putus. Tapi sekarang alhamdulillah, berkat Satgas PRR, kami bisa tanam lagi," ungkapnya dengan mata berbinar.

Yusuf berharap musim tanam ini memberikan hasil maksimal agar bisa menutup utang modal tanam yang sempat tertunda. "Jika panen bagus, kami bisa bernapas lega," tambahnya.

Komitmen Jangka Panjang

Sekda Aceh menegaskan, pemulihan pertanian bukan hanya agenda jangka pendek. Pemerintah Aceh mengalokasikan dana Rp15 miliar untuk rehabilitasi total sistem irigasi dan penyediaan alat mesin pertanian di wilayah terdampak. Selain itu, akan dibangun embung dan normalisasi sungai untuk mitigasi bencana serupa.

"Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Pertanian adalah urat nadi Aceh. Oleh karena itu, kami akan terus kawal pemulihan ini hingga tuntas," pungkas Sekda.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User