Gempa M5,1 Guncang Sangihe Siang Ini, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

BREAKING NEWS — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 baru saja mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Minggu siang (12/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BM...

Jul 12, 2026 - 07:23
0 0
Gempa M5,1 Guncang Sangihe Siang Ini, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

BREAKING NEWS — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 baru saja mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Minggu siang (12/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan pernyataan resmi bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Fakta Gempa Terkini

  • Magnitudo: 5,1 skala Richter
  • Lokasi: Kepulauan Sangihe, berpusat di laut sekitar 42 km barat laut Tahuna
  • Waktu Kejadian: Sekitar pukul 11.30 WITA (data sementara)
  • Kedalaman: 10 km, termasuk gempa dangkal
  • Dampak: Getaran dirasakan sedang hingga kuat di beberapa pulau, termasuk Talaud selatan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa. Tim reaksi cepat BMKG bersama BPBD setempat masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Masyarakat diimbau tidak panik dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Pernyataan BMKG: Aman dari Tsunami

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangan tertulisnya, menegaskan bahwa parameter gempa tidak memenuhi kriteria pembangkit tsunami. “Berdasarkan magnitudo dan mekanisme sumber, gempa ini tidak berpotensi menyebabkan gelombang tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya merujuk informasi resmi,” ujarnya.

Meski demikian, BMKG mengingatkan warga untuk waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi dengan kekuatan lebih kecil. Edukasi mitigasi bencana terus digalakkan, terutama di kawasan rawan gempa seperti Sulawesi Utara. Jajaran BPBD telah menyiagakan posko darurat di beberapa titik strategis.

Respons Warga dan Kondisi Terkini

Saksi mata di Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, melaporkan guncangan berlangsung sekitar 3–5 detik. “Cukup terasa, barang-barang bergoyang, tapi tidak ada yang jatuh. Kami langsung keluar rumah,” kata seorang warga yang dihubungi via telepon. Beberapa sekolah dan perkantoran sempat mengevakuasi siswa dan pegawai sebagai langkah antisipasi.

Listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak dilaporkan tetap berfungsi normal. Aparat keamanan dan relawan telah dikerahkan untuk memantau titik-titik rawan, seperti bangunan tua dan lereng perbukitan yang rentan longsor.

Sejarah Gempa di Sangihe

Kepulauan Sangihe merupakan salah satu daerah yang sering diguncang gempa karena posisinya di pertemuan lempeng tektonik. Data BMKG mencatat, sepanjang 2026 wilayah ini telah mengalami puluhan kali aktivitas seismik, namun sebagian besar berkekuatan rendah. Gempa M5,1 kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam dua bulan terakhir.

Pakar gempa dari Universitas Sam Ratulangi menambahkan, masyarakat perlu terus diedukasi tentang langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi. “Jangan panik, lindungi kepala, dan segera menuju tempat terbuka jika memungkinkan,” sarannya.

Pemerintah daerah melalui BPBD telah menyiagakan posko darurat dan mengaktifkan sistem peringatan dini di seluruh kecamatan. Bantuan logistik dasar juga disiapkan mengantisipasi kebutuhan mendesak pascagempa.

UPDATE: Tim Detik Ini Juga akan terus memantau perkembangan situasi di Kepulauan Sangihe. Informasi lebih lanjut akan disampaikan segera setelah ada data resmi dari BMKG dan BPBD. Saat ini, aktivitas warga di pusat kota Tahuna mulai berangsur normal, namun kewaspadaan tetap tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk hanya mengandalkan informasi dari sumber terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User