Gempa Dahsyat Guncang Yogyakarta 1867, Ribuan Tewas dan Candi Runtuh

YOGYAKARTA — Sebuah gempa bumi berkekuatan dahsyat mengguncang wilayah selatan Jawa, tepatnya di Yogyakarta dan sekitarnya, pada 10 Juni 1867. Bencana alam

Jul 11, 2026 - 08:44
0 0
Gempa Dahsyat Guncang Yogyakarta 1867, Ribuan Tewas dan Candi Runtuh

YOGYAKARTA — Sebuah gempa bumi berkekuatan dahsyat mengguncang wilayah selatan Jawa, tepatnya di Yogyakarta dan sekitarnya, pada 10 Juni 1867. Bencana alam ini terjadi pada siang hari, sekitar pukul 11.00 waktu setempat, dan berlangsung selama hampir satu menit. Getaran kuat terasa hingga ke Semarang, Surakarta, dan bahkan sebagian Jawa Timur. Dalam sekejap, kota budaya yang tenang itu berubah menjadi puing-puing, menewaskan ribuan orang dan merobohkan candi-candi bersejarah.

Kronologi Kehancuran dalam Hitungan Detik

Menurut catatan sejarah dan laporan kolonial Belanda, gempa diawali dengan suara gemuruh dari dalam tanah yang diikuti oleh goncangan hebat. Bangunan dari batu bata dan kayu runtuh dalam sekejap, sementara candi-candi purba yang telah berdiri selama berabad-abad—seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, dan Candi Plaosan—mengalami kerusakan parah. Laporan dari saksi mata, seorang insinyur Belanda bernama Van der Vlis, mencatat bahwa “tanah bergelombang seperti lautan, dan dalam beberapa detik rumah-rumah bangsawan pribumi ambruk sepenuhnya.”

  1. Pukul 10.58: Getaran pertama terdeteksi, lemah namun terasa di kapal-kapal di Pelabuhan Semarang.
  2. Pukul 11.02: Goncangan utama menghantam Yogyakarta, Surakarta, dan Klaten dengan intensitas diperkirakan setara 8,0 magnitudo berdasarkan skala modern.
  3. Pukul 11.05–11.30: Serangkaian gempa susulan kecil terjadi, memicu longsor di perbukitan barat dan menambah korban jiwa.
  4. Pukul 12.00: Aparat kolonial dan warga mulai upaya penyelamatan, namun banyak jalan utama terputus.

“Ini adalah bencana paling mengerikan yang pernah saya saksikan di Hindia Belanda. Tidak hanya rumah, tetapi bangunan suci ribuan tahun ikut lenyap dalam hitungan detik,” tulis Residen Yogyakarta saat itu, J.E. Theunisse, dalam laporan ke Batavia.

Dampak dan Korban Jiwa yang Memilukan

Angka resmi korban jiwa versi pemerintah kolonial menyebutkan 3.800 orang meninggal dunia, namun banyak sejarawan meyakini jumlah sebenarnya bisa mencapai 6.000 jiwa karena banyak desa terpencil yang sulit dijangkau. Kerusakan terparah terjadi di kawasan Kotagede, Imogiri, dan Prambanan. Rumah tradisional limasan roboh, sementara Candi Prambanan mengalami runtuhnya puluhan arca dan stupa. Candi Sewu, yang saat itu masih dalam penelitian arkeolog Belanda, kehilangan lebih dari 50% struktur candi perwaranya.

  • Korban tewas: 3.800–6.000 (estimasi akumulatif)
  • Kerusakan candi: Prambanan, Sewu, Plaosan, Kalasan, Sari—semua tercatat rusak berat
  • Rumah hancur: Lebih dari 12.000 unit di Yogyakarta saja
  • Kerugian ekonomi: Gulden Belanda 2,5 juta (setara puluhan miliar rupiah saat ini)

Respons Kolonial dan Awal Mitigasi

Pemerintah Hindia Belanda segera mengerahkan pasukan zeni (bantuan teknik) dari garnisun Magelang untuk membersihkan puing dan mengevakuasi korban. Bantuan dana pribadi dari Sultan Hamengkubuwono VI turut mempercepat pembangunan kembali kampung-kampung. Peristiwa ini kemudian mendorong dibentuknya komisi resmi mitigasi bencana pertama di wilayah Jawa—meski masih sangat sederhana, berupa pemetaan bangunan tahan gempa berbahan rangka kayu fleksibel.

Gempa 1867 menjadi pelajaran pahit bahwa wilayah selatan Jawa berada di zona subduksi aktif antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Data historis ini kini digunakan oleh BMKG dan Pusat Studi Bencana UGM untuk memodelkan potensi gempa megathrust di masa depan. Replika kerusakan candi pun direkonstruksi dalam museum Prambanan sebagai pengingat betapa dahsyatnya kekuatan alam yang pernah membentuk ulang wajah peradaban.

[SOCIAL_TWEET]: #SejarahNusantara: 10 Juni 1867, gempa dahsyat guncang Yogyakarta, candi runtuh dan ribuan tewas dalam sekejap. Kini data historisnya jadi acuan mitigasi megathrust oleh BMKG dan UGM. Simak artikel lengkapnya! #Gempa #Yogyakarta #Candi[SOCIAL_TG]: 🔴 #KilasSejarah: Gempa 1867 hantam Yogyakarta, Candi Prambanan rusak parah, hingga 6.000 orang tewas. Pelajaran getir dari zona megathrust selatan Jawa. Selengkapnya: [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User