BERITATERCEPAT.COM, JAKARTA — Perguruan tinggi terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan prinsip ramah lingkungan. Langkah konkret tersebut diwujudkan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam program ini, FKIP UT memberikan pelatihan pembuatan dan pemasaran sabun berbahan dasar buah lerak kepada warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Bangsa, Tangerang Selatan.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus mendukung gerakan pengurangan limbah kimia rumah tangga. Buah lerak (Sapindus rarak) dipilih sebagai bahan baku utama karena mengandung senyawa saponin alami yang mampu menghasilkan busa dan berfungsi sebagai pembersih yang aman bagi kulit serta ramah lingkungan.
Inisiatif Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan
Kegiatan pengabdian ini menyasar puluhan warga belajar PKBM Surya Bangsa yang terdiri dari kelompok ibu rumah tangga, pemuda, dan pelaku usaha mikro lokal. Tim akademisi FKIP Universitas Terbuka tidak hanya mentransfer pengetahuan ilmiah mengenai reaksi kimia sederhana dalam pembuatan sabun, tetapi juga memberikan wawasan mendalam mengenai potensi bisnis produk perawatan diri organik yang saat ini tengah digandrungi pasar modern.
"Kami ingin membuktikan bahwa ilmu kimia tidak hanya berada di atas kertas atau di dalam laboratorium kampus, tetapi dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Sabun lerak ini adalah solusi ekonomis, sehat, dan memiliki prospek usaha yang sangat menjanjikan," ujar perwakilan tim pelaksana FKIP UT di lokasi kegiatan.
Rangkaian Kronologis Pelatihan dari Produksi hingga Pemasaran
Pelaksanaan program pelatihan di PKBM Surya Bangsa Tangerang Selatan ini berlangsung secara sistematis melalui beberapa tahapan utama sebagai berikut:
- Sesi Edukasi Manfaat dan Ekstraksi Saponin: Peserta diajarkan cara memilih buah lerak berkualitas, dilanjutkan dengan proses perebusan dan ekstraksi cairan saponin sebagai bahan dasar utama pembersih alami.
- Praktik Formulasi dan Pembuatan Sabun: Warga belajar diajak mempraktikkan langsung pencampuran ekstrak lerak dengan bahan pendukung alami lainnya, seperti minyak kelapa dan minyak aromaterapi (essential oil) untuk memberikan aroma yang menyegarkan.
- Proses Cetak dan Pengemasan (Packaging): Peserta dilatih teknik pencetakan sabun padat serta teknik pencairan untuk sabun cair, diikuti bimbingan pengemasan ramah lingkungan (eco-friendly packaging) yang menarik minat konsumen.
- Strategi Manajemen Harga dan Pemasaran Digital: Tim pengabdi memberikan strategi penentuan harga pokok produksi (HPP) serta teknik memanfaatkan platform media sosial dan toko daring (e-commerce) untuk memasarkan produk secara luas.
Dampak Positif dan Harapan Keberlanjutan Mandiri
Melalui pelatihan komprehensif ini, warga belajar PKBM Surya Bangsa kini mampu memproduksi sabun lerak secara mandiri, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk dijual kembali sebagai produk UMKM baru. Pihak PKBM Surya Bangsa menyambut hangat inisiatif ini dan berharap sinergi dengan FKIP Universitas Terbuka dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Penggunaan sabun lerak tidak hanya membantu menjaga kelestarian ekosistem air dari pencemaran detergen sintesis, tetapi juga menjadi modal berharga bagi warga Tangerang Selatan dalam membangun kemandirian finansial keluarga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tim pengabdi FKIP Universitas Terbuka membekali warga belajar PKBM Surya Bangsa keterampilan pembuatan sabun organik berbahan dasar lerak lengkap dengan strategi pemasarannya. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan UMKM baru yang ramah lingkungan dan menopang ekonomi warga lokal. Baca berita lengkapnya di Beritatercepat.com.
Comments (0)