Sep 30, 2026
Hukum

Femicide Afrika Selatan Melonjak, 11 Perempuan Tewas Dua Bulan

JOHANNESBURG — Dunia kembali diguncang oleh gelombang kekerasan berbasis gender di Afrika Selatan. Dua jenazah perempuan kembali ditemukan di Johannesburg

Femicide Afrika Selatan Melonjak, 11 Perempuan Tewas Dua Bulan

JOHANNESBURG — Dunia kembali diguncang oleh gelombang kekerasan berbasis gender di Afrika Selatan. Dua jenazah perempuan kembali ditemukan di Johannesburg pada akhir pekan ini, menambah daftar korban femicide di satu kotamadya menjadi 11 perempuan tewas hanya dalam kurun dua bulan terakhir. Temuan ini memicu kemarahan nasional dan kekhawatiran akan keberadaan pembunuh berantai yang tengah beraksi.

Mayoritas korban diketahui berusia antara 20 hingga 30 tahun. Beberapa di antaranya ditemukan dengan pakaian tidak lengkap serta menunjukkan tanda-tanda kekerasan seksual. Polisi setempat telah menawarkan hadiah senilai 25.000 dolar AS atau setara sekitar Rp400 juta bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi hingga mengarah pada penangkapan pelaku atau para pelaku yang diduga terlibat.

Kronologi dan Pola Kejahatan yang Mengkhawatirkan

Berdasarkan laporan kepolisian Johannesburg, rangkaian penemuan jenazah ini terjadi dalam pola yang nyaris serupa. Berikut urutan kejadian yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber otoritas setempat:

  1. Dua jenazah terbaru ditemukan di lokasi berbeda di wilayah Johannesburg pada Sabtu dan Minggu.
  2. Sejumlah korban sebelumnya didapati dalam kondisi setengah berpakaian dengan indikasi kekerasan seksual.
  3. Korban mayoritas perempuan muda berusia produktif, yakni 20-an hingga 30-an tahun.
  4. Investigasi awal mengarah pada kemungkinan aksi pembunuh berantai karena kemiripan modus operandi.
  5. Aparat keamanan memperluas penyelidikan dan meminta partisipasi publik melalui imbalan hadiah.

Afrika Selatan dan Darurat Kekerasan Gender

Afrika Selatan memang mencatat salah satu tingkat kekerasan berbasis gender tertinggi di dunia. Data menunjukkan ribuan perempuan menjadi korban kekerasan seksual dan pembunuhan setiap tahunnya. Tingginya angka ini menjadikan isu femicide sebagai persoalan struktural yang mendesak penyelesaian menyeluruh.

"Kasus-kasus ini bukan sekadar insiden kriminal individual, melainkan cerminan krisis sistemik yang gagal melindungi perempuan," ujar Tegan Snayman, Asisten Riset, Kampanye, dan Komunikasi Amnesty International Afrika Selatan, dalam keterangannya. Ia menekankan bahwa respons negara masih jauh dari memadai dan kebutuhan akan reformasi penegakan hukum semakin mendesak.

Data KunciKeterangan
Jumlah korban11 perempuan dalam 2 bulan
Rentang usia korban20-30 tahun
Hadiah informasi25.000 dolar AS
LokasiJohannesburg, Afrika Selatan
DugaanPembunuh berantai

Desakan Keadilan dan Perlindungan Perempuan

Gelombang protes dan kecaman publik kembali menguat. Organisasi hak asasi manusia menyerukan percepatan investigasi, perlindungan bagi perempuan, serta hukuman berat bagi pelaku. Mereka menilai kombinasi kemiskinan, ketimpangan gender, dan lemahnya penegakan hukum menjadi akar persoalan yang harus dibenahi secara bersamaan.

Penangkapan pelaku menjadi ujian bagi kredibilitas aparat keamanan Afrika Selatan. Tanpa tindakan tegas, kekhawatiran bahwa daftar korban akan terus bertambah diperkirakan tak akan surut. Masyarakat menanti keadilan bagi 11 perempuan yang nyawanya hilang dalam rentang waktu yang begitu singkat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User