LONDONS, Beritatercepat.com — Mantan menteri dari Partai Konservatif Inggris, Andrew Griffiths, dinyatakan bersalah oleh hakim pengadilan atas tindakan pemerkosaan terhadap mantan istrinya saat sedang tidur. Selain pemerkosaan, politisi senior tersebut juga terbukti melakukan serangkaian tindakan kontrol koersif (coercive control), serta kekerasan fisik dan verbal selama masa pernikahan mereka.
Putusan pengadilan yang dipublikasikan secara resmi tersebut membeberkan fakta-fakta kelam rumah tangga pasangan tersebut selama lima tahun. Korban, Kate Griffiths—yang kini menggantikan posisi mantan suaminya sebagai Anggota Parlemen (MP) untuk wilayah Burton—mengajukan gugatan hukum yang mengungkap pola kekerasan sistematis dalam hubungan rumah tangga mereka.
Temuan Fakta Pengadilan dan Kekerasan Berkelanjutan
Dalam amar putusannya, hakim menerima seluruh kesaksian dan bukti yang diajukan oleh Kate Griffiths. Hakim menyimpulkan bahwa Andrew Griffiths telah berulang kali memaksa mantan istrinya untuk melakukan hubungan seksual di bawah tekanan psikologis yang ekstrem, termasuk melakukan penyerangan seksual ketika korban sedang tertidur lelap.
"Tindakan tersebut mencerminkan pola manipulasi kekuasaan dan pelecehan domestik yang disengaja untuk merendahkan serta mengendalikan korban sepenuhnya," demikian intisari pertimbangan hakim dalam persidangan kasus keluarga tersebut.
Meskipun Andrew Griffiths "membantah keras" seluruh tuduhan pemerkosaan dan perlakuan buruk yang dialamatkan kepadanya, pengadilan menilai bukti-bukti yang dihadirkan korban memiliki tingkat kredibilitas yang tidak terbantahkan.
Kronologi Perjalanan Kasus dan Skandal Politik
Kasus kekerasan domestik ini melengkapi riwayat kontroversi yang menyelimuti karier politik Andrew Griffiths dalam beberapa tahun terakhir:
- Tahun 2010 – 2018: Andrew Griffiths menjabat sebagai Anggota Parlemen untuk Burton dan menduduki posisi menteri muda di bawah kepemimpinan Partai Konservatif.
- Juli 2018: Griffiths terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan setelah skandal pesan teks mencuat ke publik. Ia terbukti mengirimkan sekitar 2.000 pesan seksual eksplisit kepada dua perempuan konstituennya dalam kurun waktu beberapa pekan.
- Desember 2019: Kate Griffiths mencalonkan diri dan sukses memenangkan kursi parlemen untuk daerah pemilihan Burton, menggantikan kursi yang ditinggalkan mantan suaminya.
- Desember 2021: Pengadilan Inggris secara resmi merilis putusan perdata/keluarga yang menetapkan Andrew Griffiths bersalah atas tuduhan pemerkosaan dan kontrol koersif terhadap Kate.
Tinjauan Kasus Hukum Andrew Griffiths
Berikut ringkasan fakta persidangan yang dinilai oleh majelis hakim:
| Poin Dakwaan / Temuan | Keterangan & Putusan Hakim |
|---|---|
| Pemerkosaan Domestik | Hakim menerima bukti bahwa terdakwa memperkosa korban saat tertidur. |
| Kontrol Koersif | Terbukti melakukan manipulasi psikologis, intimidasi, dan isolasi sosial. |
| Kekerasan Fisik & Verbal | Ditemukan bukti intimidasi berkelanjutan selama 5 tahun pernikahan. |
| Skandal Masa Lalu (2018) | Pengunduran diri akibat pengiriman 2.000 pesan teks eksplisit kepada konstituen. |
Putusan ini dinilai banyak pihak menjadi preseden penting bagi perlindungan korban kekerasan seksual dalam rumah tangga di Inggris, khususnya yang melibatkan tokoh berkuasa di lingkaran parlemen.
Comments (0)