Dua Eksekutor Baru Tragedi Katingan Ditangkap, Buron Wanita Diburu

KASONGAN — Polisi kembali mengguncang jaringan pelaku di balik tragedi berdarah Katingan. Tim gabungan Polres Katingan–Polda Kalteng meringkus dua eksekuto

Jul 09, 2026 - 18:13
0 0
Dua Eksekutor Baru Tragedi Katingan Ditangkap, Buron Wanita Diburu

KASONGAN — Polisi kembali mengguncang jaringan pelaku di balik tragedi berdarah Katingan. Tim gabungan Polres Katingan–Polda Kalteng meringkus dua eksekutor baru dalam operasi Senin (30/6/2025) dini hari, hanya berselang 48 jam dari peristiwa sadis yang menewaskan tiga warga di Desa Tumbang Lahang. Satu buron perempuan kini menjadi target utama perburuan bersandi Operasi Cempaka Hitam.

Kedua pelaku, AH (31) dan MR (28), ditangkap tanpa perlawanan di dua lokasi berbeda di Kabupaten Kotawaringin Timur. Polisi menyita 1 pucuk senjata api rakitan, 5 butir amunisi aktif, serta sebilah parang yang diduga digunakan saat eksekusi. “Mereka adalah kaki tangan lapangan yang menerima perintah dari seorang perempuan berinisial YS. Perempuan itu otak dari semua aksi ini,” tegas Kapolres Katingan AKBP Irawan Prasetyo dalam konferensi pers, Selasa (1/7).

  • Kronologi: Tragedi 28 Juni 2025 bermula dari konflik lahan. YS diduga menyewa dua pelaku untuk “menyelesaikan masalah” dengan tiga korban yang menolak menyerahkan lahan garapan.
  • Peran pelaku: AH bertugas mengeksekusi dua korban di pondok kebun, sementara MR menghabisi satu korban lainnya di tepi sungai.
  • Status buron YS: Perempuan 42 tahun itu melarikan diri ke kawasan hutan. Polisi menerjunkan 120 personel gabungan Brimob dan Reskrim untuk penyisiran.
  • Barang bukti: Ponsel YS yang ditinggalkan di rumahnya mengungkap rangkaian pesan instruksi kepada AH dan MR.

Analisis: Jaringan Baru, Modus Lama

Kasus ini menunjukkan pola klasik konflik agraria di Kalteng yang semakin kasar dan mematikan. “Jika benar YS adalah dalang intelektual, ini bukan sekadar kriminal biasa. Ini soal bagaimana seorang perempuan mempersenjatai dua preman dan memerintahkan pembunuhan berencana,” jelas kriminolog Universitas Palangka Raya, Dr. Maria Sihombing. Ia menambahkan, buron perempuan dalam kasus pembunuhan berencana relatif jarang, sehingga YS diyakini memiliki motif personal sangat kuat—bisa finansial atau dendam keluarga.

Perbandingan Pelaku dan Buron
IdentitasPeranStatusLokasi Penangkapan/Kabur
AH (31)Eksekutor utama 2 korbanDitangkapSungai Duri, Kotawaringin Timur
MR (28)Eksekutor 1 korbanDitangkapPangkalan Lada, Kotawaringin Timur
YS (42)Dalang / pemberi perintahBuronDiduga lari ke kawasan hutan Katingan

Polisi telah mempersempit area pencarian YS berkat keterangan AH yang menyebut sang bos melarikan diri dengan bantuan seorang pemandu lokal. Radius 15 km dari titik terakhir sinyal ponsel YS kini dalam pengawasan ketat. “Kami estimasi gerak dia sangat terbatas. Dalam 2×24 jam ke depan kami harap bisa membekuknya,” kata Kasat Reskrim Iptu Dodi Hartanto.

Tekanan Publik dan Keamanan Warga

Tragedi ini memicu trauma kolektif di Katingan. Sebanyak 85 kepala keluarga di sekitar Tumbang Lahang memilih mengungsi ke balai desa karena khawatir ada balas dendam dari jaringan YS. Polda Kalteng mendirikan posko pengamanan sementara di Kecamatan Katingan Hulu. Sementara itu, keluarga korban menuntut keadilan cepat. “Kami ingin polisi tembak di tempat saja kalau buron itu melawan. Dia sudah menghancurkan tiga rumah tangga,” ujar salah satu kerabat korban, Rudi Sanjaya.

Kasus ini juga menyorot lemahnya pengawasan senjata api rakitan yang beredar luas di wilayah pedalaman. Polda Kalteng membentuk tim khusus penelusuran pemasok senjata ke jaringan AH dan MR.

Polisi mengimbau masyarakat segera melapor jika melihat perempuan dengan ciri-ciri YS: tinggi sekitar 160 cm, kulit kuning langsat, rambut ikal sebahu, dan menggunakan bahasa Dayak–Banjar. Hadiah Rp50 juta disediakan bagi informasi yang mengarah pada penangkapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User