DPR Minta Kajian Matang Sebelum Kembali Tarik SPP SMA/SMK Jabar

JAKARTA, DETIK INI JUGA — Komisi X DPR RI menyampaikan peringatan keras terhadap rencana pemerintah daerah Jawa Barat yang akan memberlakukan kembali pungutan SPP bagi siswa SMA dan SMK dari kalanga...

Jul 20, 2026 - 04:31
0 0
DPR Minta Kajian Matang Sebelum Kembali Tarik SPP SMA/SMK Jabar

JAKARTA, DETIK INI JUGA — Komisi X DPR RI menyampaikan peringatan keras terhadap rencana pemerintah daerah Jawa Barat yang akan memberlakukan kembali pungutan SPP bagi siswa SMA dan SMK dari kalangan mampu. Langkah itu dinilai berisiko tanpa melalui kajian mendalam yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Wacana Kontroversial di Tengah Program Wajib Belajar

Wacana penarikan biaya pendidikan ini mencuat seiring upaya penyesuaian beban fiskal daerah. Sumber daya terbatas dan kebutuhan peningkatan mutu sekolah menjadi alasan di balik rencana tersebut. Namun, kebijakan ini langsung memicu kekhawatiran akan timbulnya kesenjangan akses pendidikan.

Komisi X menekankan, prinsip kehati-hatian harus dikedepankan. “Kajian matang bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak agar kebijakan tidak kontraproduktif,” ujar seorang anggota dewan dalam rapat dengar pendapat beberapa jam lalu. Audit menyeluruh atas dampak sosial dan ekonomi dinilai krusial sebelum kebijakan dijalankan.

Risiko Tanpa Kajian Menyeluruh

Beberapa poin penting yang disorot antara lain:

  • Potensi putus sekolah bagi siswa dari keluarga yang masuk kategori mampu secara administratif, namun riil tidak sanggup membayar.
  • Ketimpangan layanan antarwilayah, terutama di daerah pinggiran yang infrastruktur pendidikannya masih timpang.
  • Ketiadaan mekanisme transparan untuk menentukan indikator “keluarga mampu” yang adil dan akurat.

Data rapuh dan verifikasi lapangan yang lemah dikhawatirkan akan menciptakan korban salah sasaran. Komisi X meminta pemerintah provinsi tidak hanya mengandalkan basis data kependudukan semata, melainkan juga uji lapangan partisipatif.

Dorongan Uji Publik dan Simulasi

DPR mendesak agar setiap rencana pungutan diawali dengan uji publik luas. Sekolah, orang tua, pakar pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat harus diberi ruang menyampaikan masukan. Tanpa keterbukaan, resistensi publik justru akan memperkeruh implementasi.

Selain itu, simulasi implementasi selama satu semester penuh di sejumlah sekolah percontohan menjadi usulan yang mengemuka. Simulasi ini akan mengukur respons lapangan dan efektivitas kebijakan secara riil sebelum diterapkan massal.

Anggaran Pendidikan Tetap Tanggung Jawab Bersama

Komisi X mengingatkan bahwa amanat konstitusi menempatkan pendidikan sebagai tanggung jawab negara. Alokasi dana BOS dan APBD harus dimaksimalkan sebelum membebankan biaya kepada masyarakat. “Tarik pungutan hanya langkah terakhir, setelah semua upaya efisiensi dan sinergi anggaran dilakukan,” tegas sumber di DPR.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum memberikan respons resmi terkait dorongan kajian matang dari DPR. Publik menanti kepastian apakah wacana ini akan dilanjutkan atau ditunda demi kematangan data.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User