DPR Desak Polri Tangkap Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam di Bali
Seorang terduga pencuri ternak ayam di Bali tewas setelah dikeroyok massa. Anggota DPR RI Abdullah bereaksi keras dan mendesak kepolisian segera menangkap seluruh pelaku. Ia menegaskan, tindakan main ...
Seorang terduga pencuri ternak ayam di Bali tewas setelah dikeroyok massa. Anggota DPR RI Abdullah bereaksi keras dan mendesak kepolisian segera menangkap seluruh pelaku. Ia menegaskan, tindakan main hakim sendiri tidak boleh dibiarkan merusak tatanan hukum.
Menurut Abdullah, yang duduk di Komisi III DPR, kejadian ini merupakan tamparan bagi penegakan hukum. "Para pelaku pengeroyokan harus ditangkap dan diadili. Jangan sampai ada yang lolos dari jeratan hukum," tegasnya. Ia menambahkan, polisi harus bergerak cepat dan profesional mengusut kasus yang merenggut satu nyawa itu.
Polisi Diminta Usut Tuntas
Abdullah menekankan bahwa tidak ada alasan untuk membiarkan aksi pengeroyokan. Ia mendorong aparat untuk transparan dalam penyelidikan dan tidak ragu menetapkan tersangka. "Ini bukan sekadar soal satu nyawa melayang, melainkan juga kredibilitas penegakan hukum. Jika dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dan merusak rasa aman masyarakat," ujarnya.
Pernyataan Abdullah muncul di tengah sorotan publik terhadap insiden tragis di Bali. Informasi yang dihimpun menyebutkan terduga maling ayam itu diamankan warga sebelum akhirnya dihajar beramai-ramai hingga tewas. Kasus ini langsung memicu debat tentang kebiasaan main hakim sendiri yang kerap berujung maut.
Main Hakim Sendiri Tidak Bisa Ditoleransi
Anggota DPR itu juga mengingatkan bahwa setiap orang, termasuk terduga pelaku kejahatan, memiliki hak untuk diadili secara sah. "Negara hukum hadir untuk menjamin keadilan. Pengeroyokan adalah tindakan biadab yang bertentangan dengan asas praduga tak bersalah," katanya. Ia berharap masyarakat menahan diri dan melaporkan setiap dugaan tindak pidana kepada polisi, bukan mengambil tindakan sendiri.
Abdullah meminta pihak berwenang mempelajari akar masalah mengapa aksi pengeroyokan seperti ini masih terus terjadi. Ia menyoroti perlunya edukasi hukum yang lebih masif agar warga memahami risiko dan sanksi dari tindakan main hakim sendiri. "Polisi harus mendekat ke komunitas, termasuk di pedesaan, agar masyarakat percaya hukum dan tidak lagi bertindak di luar batas," ujarnya.
Desakan ini diharapkan mempercepat proses hukum dan memberikan efek jera bagi para pelaku pengeroyokan, sekaligus mencegah kejadian serupa di masa depan. Polisi di Bali pun diyakini akan segera mengumumkan perkembangan penyidikan dan nama-nama tersangka.
Comments (0)