Dokter Puskesmas Malang Dinonaktifkan Usai Hina Pasien BPJS

BARU SAJA — Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menonaktifkan dr. Herdiana, dokter fungsional di Puskesmas Pakisaji, setelah komentar kontroversialnya menghina pasien BPJS di media sosial Threads. Kepu...

Aug 07, 2026 - 01:08
0 0
Dokter Puskesmas Malang Dinonaktifkan Usai Hina Pasien BPJS

BARU SAJA — Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menonaktifkan dr. Herdiana, dokter fungsional di Puskesmas Pakisaji, setelah komentar kontroversialnya menghina pasien BPJS di media sosial Threads. Keputusan ini diumumkan menit lalu sebagai respons cepat atas viralnya unggahan yang memicu kemarahan publik.

Komentar bernada sarkastis itu berbunyi “Triase merah dulu”, yang ditafsirkan sebagai sindiran terhadap pasien pengguna BPJS. Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan memicu gelombang kecaman dari warganet, terutama mereka yang menganggap layanan kesehatan harus setara tanpa diskriminasi.

Kronologi Singkat Kejadian

Insiden bermula saat akun Threads dr. Herdiana memposting sindiran terkait pasien BPJS. Dalam tangkapan layar yang beredar, dokter tersebut menuliskan kalimat yang merendahkan prioritas penanganan pasien berdasarkan status asuransi. Tidak lama setelah unggahan viral, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang bertindak cepat dengan mengeluarkan surat penonaktifan sementara.

  • Penonaktifan: dr. Herdiana resmi dinonaktifkan dari tugasnya di Puskesmas Pakisaji sejak hari ini.
  • Viral: Komentar di Threads menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial.
  • Reaksi: Publik menuntut sanksi tegas dan evaluasi etika tenaga kesehatan.

Respons Dinas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dalam konferensi pers singkat, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan masyarakat. “Kami tidak mentolerir perilaku diskriminatif dalam pelayanan kesehatan. Proses investigasi internal sedang berjalan,” ujarnya. Pihaknya juga berjanji akan memberikan sanksi sesuai aturan jika terbukti bersalah.

Penonaktifan ini dianggap sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan etika profesi. Namun, sejumlah pihak menilai sanksi tersebut belum cukup. Mereka mendesak adanya pelatihan ulang tentang pelayanan inklusif bagi seluruh tenaga medis di Puskesmas.

Fakta Kunci yang Perlu Diketahui

  • Status: dr. Herdiana adalah dokter fungsional, bukan dokter spesialis, di Puskesmas Pakisaji.
  • Platform: Komentar diunggah di Threads, aplikasi berbagi teks milik Meta.
  • Konteks: Kalimat “Triase merah dulu” merujuk pada sistem triase di IGD, di mana pasien kritis mendapat prioritas.
  • Dampak: Puskesmas Pakisaji tetap beroperasi normal dengan dokter pengganti sementara.

Kontroversi dan Persepsi Publik

Banyak warganet menganggap komentar tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap peserta BPJS yang notabene mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka menilai dokter tersebut tidak memahami esensi triase yang seharusnya berdasarkan kegawatan medis, bukan status pembayaran. “Ini mencoreng nama baik profesi dokter,” tulis salah satu akun di Twitter.

Di sisi lain, ada yang membela dengan alasan bahwa dokter tersebut mungkin hanya bercanda. Namun, mayoritas suara menolak pembelaan itu karena dianggap tidak etis dan melukai hati pasien. Kasus ini juga memicu diskusi lebih luas tentang perlakuan terhadap pasien BPJS di fasilitas kesehatan publik.

Langkah Lanjutan dan Harapan

Dinas Kesehatan berjanji akan merampungkan investigasi dalam 14 hari kerja. Jika terbukti melanggar kode etik, dr. Herdiana bisa menghadapi sanksi administratif hingga pencabutan izin praktik. Sementara itu, Puskesmas Pakisaji telah menunjuk dokter pengganti untuk memastikan layanan tetap berjalan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh tenaga kesehatan untuk menjaga profesionalisme dan empati. Pasien BPJS memiliki hak yang sama atas pelayanan berkualitas. Publik kini menunggu transparansi penuh dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User